oleh

Pemkab Takalar Diminta Tutup Semua Pusat Perbelanjaan

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Supahrin-Daerah, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Guna menekan wabah Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar diminta untuk menutup semua pusat perbelanjaan.

Pusat perbelanjaan yang masih saja dibuka dalam situasi darurat Covid-19 dianggap bisa membahayakan orang lain.

“Kenapa masjid disuruh tutup, tetapi pusat perbelanjaan tetap dibiarkan buka. Harusnya itu yang dipikirkan pemerintah Takalar karena toko-toto besar banyak dikunjungi warga,” kata Daeng Talli, salah satu warga Takalar, Senin (30/3/4/2020).

Daeng Talli meminta, Pemerintah Takalar atau pihak terkait jangan pilih kasih. Masjid di suruh tutup, sementara toko-toko atau tempat-tempat kerumanan orang banyak tidak disuruh tutup.

“Saya minta pemerintah Takalar berlaku bijaklah dalam memandang persoalan pencegahan Covid-19 ini. Kalau mau tutup semua tempat keramian ya ditutup semua,”tutup Daeng Talli.

Diketahui, Pemkab Takalar dan jajarannya bersama MUI, pihak NU dan Forkopimda telah menggelar rapat koordinasi di Ruang Pola kantor Bupati Takalar, Senin (30/3/2020).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Takalar KH Hasid Hasan Palogai, menyampaikan bahwa hasil sidang fatwa MUI Takalar salah satu poinnya adalah peniadaan shalat Jumat di Masjid dan shalat berjamaah.

“Terhitung mulai Jum’at (3/4) yang akan datang, semua Masjid di Takalar meniadakan shalat jumat dan shalat-shalat berjamaah lainnya, sampai kondisi benar-benar kondusif,”kata Hasid Hasan Palogai. (*)

Komentar