oleh

Mulawarman : Gubernur Sulsel Belum Maksimal Tangani Covid-19

Editor : Ashar Abdullah-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Jumlah pasien positif terjangkit Virus Corona atau (Covid-19) di Sulawesi Selatan melonjak tajam. Data terbaru pada Senin, (30/3/2020) pasien positif virus corona ini bertambah menjadi 50 orang.

Saat ini, DPRD Sulsel sudah menyiapkan Rp500 miliar untuk Pemprov Sulsel menggunakan dalam menanganan dan pencegahan wabah virus corona di Sulsel serta kebutuhan lainya. Sehingga tahap awal digelontorkan Rp250 Miliar kepada Pemerintah Provinsi.

Lantas bagimana pandangan berbagai pihak terkait kinerja Gubernur Sulsel dalam meminimalisir atau pengurangan wabah penyakit menular dan mematikan tersebut.

Penggiat sosial media, Mulawarman menilai, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah belum maksimal melakukan hal strategis dalam menagkal serangan virus covid – 19 di Sulsel.

Menurut mantan wartawan senior ini, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Sulsel terus bertambah hingga mencapai 50 orang. Hingga saat ini belum ada pasien yang dinyatakan sembuh di Sulsel.

“Coba lihat, kalau memang Gubernur kerja serius dalam penaganan pasti mengurangi jumlah pasien yang terjangkit corona. Tapi faktanya semakin bertambah. Padahal didukung oleh anggaran besar,” kata Mulawarwan, Selasa (31/3/2020).

Alumni Unhas Makassar ini mengkritik juga giat yang dilakukan Nurdin Abdullah selama ini. Dikatakan, apa yang dilakukan NA dalam penaganan covid-19 hanya serimonial belaka.

Pasalnya, selama ini NA tak bisa selamatkan Sulsel dari wabah Corona. Oleh sebab itu, Mulawarman menyarankan agar NA selaku pimpinam di daerah ini. Jangan hanya pakai jurus imbauaa saja, melainkan melibatkan partisipasi pemikiran Guru Besar lintas Kampus untuk memberikan solusi.

“Kenapa demikian, karena persoalan covid-19 ini adalah butuh penganan serius. Sehingga untuk mencegah tak hanya pakai imbauan dan rapat berupa serimonial. Kalau bisa libatkan Guru besar lintas kampus, minta saran dan pemikiran untuk memberikan solusi terbaik,” terangnya.

Komentar