oleh

Satgas Covid-19 Tator Siapkan Lokasi Karantina Bagi Perantau Malaysia

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Cherly-Tana Toraja-

TANA TORAJA, RAKYATSULSEL.CO – Satuan tugas (satgas) pencegahan penyebaran virus corona atau satgas covid-19 Kabupaten Tana Toraja bekerja dengan cukup cepat.

Setelah satgas mendapatkan informasi adanya perantau dari Malaysia yang masuk melalui pelabuhan Pare-Pare dan sebagain merupakan warga Toraja, sehingga tim satgas bertindak cepat dengan langsung menyediakan tempat untuk karantina sebelum mereka kembali ke kampung halam masing-masing untuk mencegah penyebaran covid-19.

Hal ini disampaikan jurubicara satgas covid-19 Tator, Daniel M. dalam rilisnya kepda media, Rabu 1 April 2020.

Lebih lanjut dijelaskan Daniel bahwa tim satgas aat menerima informasi terkait kepulangan perantua Malaysia, tim satgas bersama bupati langsung melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda membahas persiapan penanganan Perantau yang akan masuk Tana Toraja.

“Dalam Rapat koordinasi tersebut disepakati sejumlah hal terkait upaya pencegahan penyebaran dan penanganan Virus Corona diantaranya memperketat pintu masuk di Salubarani Perbatasan Tana Toraja dan Enrekang dimana semua warga yang masuk di Pintu Gerbang Salubarani wajib didata. Dan perantau yang pulang dari Malaysia tidak diperbolehkan lansgung pulang ke rumah mereka, namun akan dikaratina selama 14 hari gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) nomor 253 di kecamatan Kurra,” beber Daniel.

Sementara Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara mengatakan bahwa pemilihan kecamatan Kurra sbeagai lokasi Karatina itu melalui beberapa pertimbangan yakni karena lokasi tersebut terpencil, jauh dari keramaian, disamping itu sebagian besar perantau Malaysia tersebut adalah penduduk kecamatan Kurra.

“Dengan rencana kepulangan perantau Malaysia di Tana Toraja, masyarakat tidak perlu resah dan takut meskipun tetap harus menjaga jarak, menghindari kerumunan dan tetap berada di rumah, sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memutuskan mata rantai Covid-19,” pungkas Victor Datuan Batara. (*)

Komentar