oleh

Perjuangkan Penempatan Dokter, Ini Masukan Hasnah Syam di Rapat RUU Kesehatan

Editor : Lukman Maddu-Barru-

BARRU, BACAPESAN.COM – Anggota DPR RI drg Hj Hasnah Syam memberi sejumlah masukan ke Panitia Kerja Badan Legislasi Penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Pendidikan Kedokteran, Rabu (01/04/2020).

Saat mengikuti rapat virtual melalui teleconfrence, Hasnah Syam yang menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan, menyampaikan beberapa tanggapan dan masukannya.

“Saya melihat beberapa masukan yang sebelumnya telah kami sampaikan ke Panja dari usulan Fraksi, itu belum dimasukkan. Karena itu, kami berharap itu akan di cover dalam rancangan undang-undang ini,” kata Hasnah Syam saat dipersilakan menyampaikan tanggapannya di rapat teleconfrence.

Hasnah yang mengikuti rapat virtual melalui ruang basic kantor bupati Barru, menekankan tentang ketiga permasalahan yang harus dimasukkan dalam RUU tersebut. Masing-masing, program dokter layanan primer, internship, dan ujian kompetensi.

Menurut dia, kurangnya distribusi dokter ke daerah-daerah terpencil, khususnya di Indonesia Timur, tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Olehnya itu, sangat perlu dikakukan perbaikan regulasi di RUU yang baru.

“Saya harap permasalahan ini segera kita atasi bersama, dan itu diatur dalam RUU yang baru nantinya,” harap Hasnah Syam yang juga anggota Panja RUU Pendidikan Kedokteran.

Hasnah Syam yang tercatat sebagai Panja, memang memiliki latar belakang sebagai dokter gigi. Selain pernah menjadi Direktur RSUD Pinrang, istri dari Bupati Barru Suardi Saleh ini, juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Barru sebelum terpilih menjadi anggota DPR.

Bukan hanya itu, selama beberapa tahun terakhir, Hasnah Syam dipercaya sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Keberadaannya di Panja RUU sangat dibutuhkan. Mengingat, pengalamannya di bidang kesehatan selama puluhan tahun terakhir dianggap sangat bermanfaat untuk menghasilkan produk undang-undang yang berkualitas tentang kesehatan. (*)

Komentar