oleh

Pasien Positif Covid-19 Diisolasi di Rumah, Pemkab Takalar Diduga Langgar Prosedur

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Satu orang warga Kabupaten Takalar ber- KTP Kabupaten Gowa dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Namun, penderita positif Covid-19 itu hanya diminta isolasi mandiri di rumahnya. Kebijakan Pemkab Takalar ini diduga melanggar prosedur.

Hal ini dikatakan salah seorang warga Takalar Daeng Tiro. Dia menilai Pemkab Takalar telah melanggar prosedur penanganan kasus corona karena meminta penderita yang dinyatakan positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Seharusnya tidak boleh isolasi di rumah, ketika sudah dinyatakan positif harus diisolasi di Rumah Sakit (RS). Standar Operasional Prosedur (SOP) nya mungkin seperti itu,” kata Daeng Tiro kepada wartawan, Jum’at (4/4/2020).

Daeng Tiro khawatir warga Takalar yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 itu menularkan virus ke keluarga dan orang di sekitarnya. Oleh sebab itu, Pemkab Takalar wajib mengisolasi penderita ke Rumah Sakit sampai benar-benar dinyatakan sembuh.

“Harusnya yang bersangkutan diisolasi ke Rumah Sakit dengan alasan apapun. Namanya virus kalau sudah positif pasti menular ke orang lain. Tolonglah Pemkab Takalar atau dinas terkait agar segera isolasi yang bersangkutan sebelum banyak korban berjatuhan,”terang Daeng Tiro.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dr Rahmawati saat dikonfirmasi membenarkan jika yang bersangkutan diisolasi mandiri di rumahnya saja.

“Hari kedua, kami mengambil langkah awal memberikan waktu 1×24 jam kepada yang bersangutan agar tidak keluar rumah dan tidak boleh menerima tamu. Langkah kedua, akan menjemput pasien tersebut apabila tidak mentaati aturan yang kami berikan dan langsung kita isolasi ke RS,”kata Plt Dinkes Takalar.

Lebih lanjut dijelaskan Plt Dinkes Takalar, isolasinya itu selama 14 hari, kalau misalnya dalam proses karantina dan dinyatakan negatif maka yang bersangkutan boleh dipulangkan ke keluarganya.

“Untuk saat ini tetap dipantau di area rumah yang bersangkutan, ada dari pihak Dinkes sendiri, dan unsur TNI/Polri yang setiap saat memantau perkembangan si pasien tersebut,” tutup Plt Dinkes Takalar. (*)

Komentar