oleh

Ralat Penutupan Toko, Dewan Anggap Iqbal Beri Ruang Penyebaran Covid

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Ari Ashari Ilham mengingatkan agar PJ Waki Kota Makassar, Iqbal Suhaeb berhati-hati dalam mengambil kebijakan menghadapi wabah virus corona atau covid-19.

Menurutnya, sebagai kepala pemerintahan sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid, Iqbal seharusnya tegas dalam mencegah penularan covid-19. Misalnya aturan atau kebijakan penutupan toko, kecuali toko yang menjual bahan pokok.

Mulanya, Iqbal Suhaeb telah mengeluarkan surat imbauan bernomor :800/0573/Disdag/VI/2020 pada 1 April lalu. Imbauan itu ditujukan kepada beberapa toko yang tetap melangsungkan kegaiatan jual beli, seperti Alaska dan Bintang untuk menghentikan kegaiatan berdagang untuk sementara.

Namun, Iqbal kembali meralat imbauan itu dengan statement bahwa Pemkot Makassar hanya akan membatasi waktu operasional toko non bahan pokok. Seperti Toko Alaska, Toko Bintang, dan Toko Satu Sama hingga pukul 12 Wita.

“Keputusan pak Pj Wali Kota yang plinplan ini justru memberi ruang untuk penyebaran covid, misalkan toko-toko diberi ruang untuk buka jam 9-12 siang maka ini akan justru membuat masyarakat berbondong- bondong ke toko tersebut mengingat waktu belanja yang dibatasi,” banyak Ari, Sabtu (4/4).

Ari menambahkan, kebijakan penutupan itu sudah tepat demi kebaikan dan kesehatan warga Makassar. Pihak toko boleh saja menjual barangnya asalkan melalui daring atau pengantaran melalui kurir.

Dengan begitu, kata Sekretaris DPD NasDem Makassar ini, penyebaran covid-19 akan terminimalisir jika berbelanja melalui bantuan teknologi.

“Memang masih akan ada resiko karena bertemu antara kurir dengan pembeli tapi setidaknya ini sudah meminimalisir pertemuan orang dalam jumlah banyak,” jelasnya.

“Pak Pj harus menghargai kerja-kerja teman-teman medis dan perawat di kota makassar yang sudah mempertaruhkan nyawanya utk mengobati para korban covid ini, harusnya kita membantu mereka dengan memutus mata rantai penyebarannya,” sambung Ari.

Diketahui, jumlah Pasien Covid di Sulsel sebanyak 80 orang, Kota Makassar merupakan daerah paling tinggi yang mengalami positif yakni sebanyak 52 orang. (*)

Komentar