oleh

Kisah Perjuangan Tim Covid-19 RSUD Parepare Hingga Akhirnya Semua Pasien Sembuh

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Tim Penanganan Covid-19 RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare menjadi buah bibir. Tim yang terdiiri dari 35 orang tenaga ini berhasil menyelesaikan misi mereka merawat 4 PDP dan 2 pasien Positif Covid -19 hingga sembuh dan kembali ke rumah masing-masing.

“Alhamdulillah, semua pasien yang dirawat di ruang isolasi , sudah sembuh dan sudah kembali ke daerahnya masing-masing, untuk masyarakat, tolong bantu kami , untuk tetap di rumah,”jelas Sri Umi Wahyuni, Koordinator Tim pennaganna Covid-19 RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare.

Selama 19 hari menjalankan tugas kemanusiaan , kata dia banyak cerita suka dan duka yang dialami oleh mereka yang menjadi garda terdepan penanganan pandemi tersebut.

“Ini panggilan jiwa , kami sempat kekurangan APD , untungnya managemen RS bergerak cepat meminjam APD ditempat lain,”terangnya.

Umi mengaku sempat was-was namun  mulai membangun semangat dan memberikan edukasi agar tim bekerja sesuai SOP medis. Tepat 17 maret 2020, Tim Covid-19 RSUD Andi  Makkasau  mulai bekerja menerima  pasien rujukan dari Polman, perempuan Usia 19 tahun yang merupakan mahasiswi  dari Depok, Jawa Barat. Tidak lama berselang, masuklah 3 pasian lainnya masing-masing perempuan umur 61 tahun asal Kabupaten Pinrang, dan dua perempuan asal Kabupaten Sidrap masing-masing berumur 67 tahun dan 71 tahun, mereka adalah Cluster Umroh. Dua di antaranya Positif.

“Was-was pasti takut juga cuman saya sampaikan ini mi jihad kita, virus itu Ada namanya, jika Ada namamu biarpun gak kerja pasien covid akan kena juga, bersemangatlah, alhamdullillah Pada semangat,”kata Kabid Pelayanan RSUD Andi Makassau ini.

Ketua Tim Penanganan Covid19 RSUD Andi Makkasau, dr Nevy Shinta Damayanti membeberkan saat  tim  mulai menerima hasil pemeriksaan medis yang menyatakan 2  pasien positif Covid 19. Perasaan was was kembali menghantui.

“Yang sedih tuh ya teman-teman (Perawat) , Karena mereka harus bermalam di RS untuk karantina,”paparnya.

Dokter Spsialis Paru tersebut pun kembali menyemagati tim untuk terus berikhitiar dan tawakkal.

“Saya cuman bilang, bersabarlah, InshaAllah pasien pasien macam ini yang menarik tangan kita ke surga,”katanya.

Sementara Jufri, salah satu perawat menceritakan bagaimana dia harus menggunakan kostum APDberupa pakaian Hazmat atau pakaian dekontaminasi yang harsu digunakan  berjam – jam saat melakukan penanganan pasien.

“Pakaiannya terasa panas, pakainya 4-6 jam, tahan BAB dan BAK, serta menahas hasu dan lapar, Bayangkan kalau masuk tengah malam keluar subuh, Setelah pakai APD harus mandi keramas bersih, Belum lagi itu teman teman perawat kalau pasang infus mereka harus lebih teliti karena 3 lapis sarung tangan dipakai,”terangnya.

Jufri pun mengaku selama 19 hari bergabung dengan tim Covid-19, dia juga harus menahan kerinduan terhadap keluarga tercinta.

“Rindunya luar biasa, komunikasi hanya bisa lewat Video Call, kalau hari ini hasil Rafid test Negetif baru bisa ketemu keluarga,”tandasnya.

Jufri pun mengaku sangat bersedia jika managemen RS kembali menugaskannya dalam Tim penaganan Covid-19 jika kembali ada psien yang masuk.

“saya bersedia kembali, jika dibutuhkan , ini bentuk pengabdian kami  sebagai tenaga perawat,”tutupnya.
(***)

Komentar