oleh

Disdag Makassar Harap Pelaku Usaha Kuliner Berlakukan Sistem Take Away

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar menegaskan kepada pelaku usaha kuliner agar tidak melayani pesanan makan dan minum ditempat.

Hal ini, tertuang dalam surat imbauan No. 800 / 0605 /Disdag/IV/2020 yang menghimbau kepada Para Pemilik/Pengelolah Warung Kopi, Rumah Makan dan Warung Makan, Restaurant dan Restaurant Siap Saji Se Kota Makassar, diharapkan untuk senantiasa menjaga semua fasilitas usaha agar tetap bersih dan higienis.

Menyiapkan hand sanitizer di pintu masuk toko yang di pandu oleh seorang petugas, menyiapkan thermometer gun di pintu masuk toko yang di pandu oleh seorang petugas, sebelum memulai aktifitas, terlebih dahulu membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer atau sabun, memakai masker bagi seluruh karyawan sebelum melakukan aktifitas, menerapkan Physical Distancing dengan jarak minimal 1 meter, dan penjualan makanan dan minuman hanya dapat dilakukan secara Take Away, tidak makan dan minum di tempat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Andi Muh Yasir meminta kepada camat-camat untuk melakukan pengawalan di wilayahnya masing-masing dan lakukan pengawasan kepada pelaku usaha kuliner tersebut.

“Kami keluarkan ke toko, warung makan, resto, warkop untuk benar-benar memberikan pelayanan berupa konsep take away, kita melihat ada tempat yang menjadi konsentrasi pelanggannya dan menghiraukan PD, sehingga camat-camat harus kawal wilayahnya dan lakukan pengawasan, kami harap pelaku usaha dapat memahami program pemkot PD itu bisa jaga ketat, ujar Yasir, Jumat (10/4/2020). (*)

 

Komentar