oleh

Mudahkan Peserta JKN-KIS Tetap Dirumah, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Via Online

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Peraturan karantina mandiri bagi masyarakat tidak mengurangi mobilitas pelayanan BPJS Kesehatan Makassar bagi peserta JKN-KIS, Selasa (13/04/2020)

Layanan tersebut dilakukan BPJS Kesehatan melalui layanan online tanpa harus berkunjung langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Adapun layanan digital yang dapat diakses peserta JKN-KIS seperti layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, aplikasi Mobile JKN dan bahkan saat ini BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan Chat Assistant JKN (Chika) yang dapat diakses melalui Facebook Messenger, Telegram maupun Whatsapp di nomor 08118750400.

“Saat ini Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar memang masih membuka pelayanan, hanya saja layanan yang diberikan terbatas. Jadi selama kebutuhan peserta dapat diakomodir dengan memanfaatkan layanan digital, maka kami akan mengarahkan peserta untuk memanfaatkan layanan-layanan digital tersebut. Hal ini dilakukan agar baik peserta maupun petugas BPJS Kesehatan dapat sama-sama terlindungi dengan tetap melakukan social distancing satu sama lain,” jelas Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Makassar Ridjal Mursalim.

Salah satu warga kota Makassar, Fitri (29), juga mengungkapkan bahwa meskipun saat ini pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar hanya berlaku untuk layanan tertentu, namun Fitri tetap mengapresiasi BPJS Kesehatan dengan berbagai layanan teknologi yang telah ditawarkan.

“Saya adalah pengguna aplikasi Mobile JKN, dan dalam kondisi seperti saat ini lebih baik kita memang memanfaatkan layanan digital saja. Saya dan keluarga pun terus terang telah merasakan betul manfaatnya, jadi lebih hemat waktu dan tenaga,” tuturnya.

Adapun beberapa layanan yang dapat diakses melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 dan aplikasi Mobile JKN antara lain layanan pendaftaran peserta, penambahan anggota keluarga, perubahan kelas rawat, cek iuran serta perubahan identitas peserta peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan lain sebagainya. (*)

Komentar