oleh

Tak Hanya Alat PCR, UMI Juga Terjunkan Staf Hingga Dosen ke Unhas Tangani Covid-19

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Edukasi, Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) enggan memangku tangan di tengah gempuran Corona Virus Disease (Covid-19). Dari sederet program yang dilakukan, kali ini, UMI lewat Fakultas Kedokterannya, menerjunkan sejumlah bantuan materil ke Universitas Hasanuddin (Unhas).

Fakultas Kedokteran UMI mem-backup Unhas dengan meminjamkan alat pemeriksaan real time Polymerase Chain Reaction (PCR). Alat yang digunakan untuk menangani pasien Covid-19 ini diserahkan Fakultas Kedokteran UMI ke Hasanuddin University Medical Research Centre (HUMRC) pada 6 April 2020 lalu, Unhas sebagai bentuk kotribusi penanggulangan Covid-19.

“UMI membantu Unhas dalam penanganan Covid 19 dengan PCR dipinjamkan ke Hasanuddin University Mecial Research Centre (HUM-RC). Jadi alat fakultas kedokteran ini dipinjamkan selama pandemic Covid-19 untuk membantu pemeriksaan pasien yang dicurigai menderita Covid-19,” ungkap Ketua unit penelitian, publikasi, dan pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran (UP3M) UMI, dr Armanto Makmun, M.Kes, Rabu (22/4/2020).

Selain alat deteksi Covid-19 itu, kata dr Armanto Makmun, Fakultas Kedokteran UMI juga menerjunkan staf dan dosennya, sebagai relawan lapangan untuk bertugas di HUM-RC Fakultas Kedokteran Unhas, serta menyumbangkan Alat Pelindung Diri (APD).

“Jadi FK UMI juga mengirimkan dosen dan staf menjadi relawan di sana dan bekerja di Mecial Research Centre (MRC) Hasanuddin University. Di sana mereka mambantu melakukan pekerjaan seperti ekstraksi sample. Setelah itu, baru diperiksa ke real time PCR-nya.,” beber dr Armanto.

“HUMRC ini adalah Laboratorium penelitian yang fokus untuk penyakit menular, kanker dan metabolik. yang berada di Rumah Sakit Pendidikan UNHAS, dimana ditunjuk juga untuk membantu RS Wahidin memeriksakan Covid-19. Jadi RS Wahidin ini adalah salah satu rumah sakit yang ditunjuk pemerintah sebagai Rumah sakit yang menangani pasien Covid-19. Kami juga mempunyai beberapa dosen Fakultas Kedokteran UMI yang sementara mengambil Spesialis dan mereka langsung ditugaskan di infection center RS Wahidin. Jadi langsung menangani dan bersentuhan langsung dengan pasien,” tambah dr Armanto.

Ia berharap, bantuan dari fakultas kedokteran UMI kepada Unhas dan beberapa lembaga kesehatan lainnya dapat meringankan beban petugas kesehatan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Selain itu, disebutkan dr Armanto, apa yang dilakukan Fakultas Kedokteran UMI kali ini adalah bentuk manifestasi dari Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Harapannya kami semoga alat itu bermanfaat bagi masyarakat. Membantu petugas medis dan satgas Covid-19 Unhas untuk melakukan pendeteksian pada pasien Covid-19 dan tentunya FK UMI juga bisa menjalankan tugas pengabdian ke masyarkat sebagai bukti bahwa sangat anstusias terhadap penanganan Covid-19. Sehingga, meski kita di tuntut untuk physical distancing tapi aksi kebaikan harus dekat. Tetap semangat meski tidak dekat, dan tetap membantu untuk menghilangkan haru,” tutup dr Armanto. (*)

Komentar