oleh

Pandemi Covid-19, Inflasi Parepare Tetap Terkendali

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Di tengah pandemi Corona saat ini, inflasi di Kota Parepare masih terkendali. 

Informasi itu diungkap Wali Kota Parepare, Taufan Pawe dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Perwakilan Bank Indonesia, dan sejumlah Kepala Daerah se Sulawesi Selatan, Rabu, (29/4/2020)

Dikemas dalam video konferensi (vikon), Taufan Pawe mengungkapkan kondisi inflasi Parepare masih cukup terkendali.

Berbagai upaya yang dilakukan, seperti menggelar pasar murah, dan menyalurkan bantuan beras peduli sebanyak 30 ton sehingga mampu menekan harga kebutuhan pokok di pasaran. 

“Pasar murah yang kami galakkan ini betul-betul masuk kategori murah karena kita melakukan defisit harga hingga 40 persen, dan masyarakat bisa mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok yang memang sangat dibutuhkan selama ramadan. Bahkan kita sasar program tersebut kepada ribuan warga Kota Parepare, yang terdampak langsung wabah virus Corona ini,” ungkap Taufan. 

Selain itu, Taufan juga mengatakan, aksi kepedulian berupa pembagian sembako yang dilakukan secara gotong royong dari berbagai kalangan, seperti Forkopimda, lembaga, instansi, organisasi, komunitas, hingga perseorangan menjadi alasan inflasi Parepare masih dapat terkendali.

“Beberapa komunitas, instansi dan Forkompinda serta Pemerintah Kota Parepare melakukan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat jelang pelaksanaan bulan suci Ramadan. Hal itu tidak lain demi memberikan dukungan yang berdampak pada kesetaraan harga dan bagaimana kita di Parepare mampu tetap mengendalikan harga pasar yang ada,” timpal Taufan. 

Memastikan kondisi inflasi Parepare tetap terjaga, Pemerintah Kota Parepare kata dia, terus melakukan koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kendati demikian, ia menyayangkan tidak tersalurkannya dana dari pusat untuk pembangunan sektor fisik, sehingga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan masyarakat dalam sektor konstruksi.

“Ada satu yg kami khawatirkan yaitu akibat tidak tersalurkannya dana dari pusat untuk pembangunan fisik sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat di sektor konstruksi yang merupakan mata pencaharian mereka,” tandasnya.
(***)

Komentar