oleh

Evaluasi PSBB, Kadinkes Makassar : Covid-19 di 15 Kecamatan Mulai Menurun

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM — Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Makassar melaksanakan evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam evaluasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, untuk kota Makassar pendemi Covid-19 sudah tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar.

“Kasus Covid-19 diatas, tersebar di 15 kecamatan hingga saat ini semua kota Makassar sudah terdapat terkontaminasi dengan pendemi Covid-19. Hasil analisah yang dilakukan perhari sebelum melakukan PSBB pada tanggal 21 April 2020 lalu, terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi dari sebelum sebanyak 92 orang,” ujar Naisyah, Kamis (7/5/2020).

Untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) berjumlah 973 orang (proses pemantauan 135 dan selesai pemantauan 838 orang). Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdapat 444 orang (masih dirawat 172, pulang dan sehat 210, meninggal 62 orang). Sementara yang positif Covid-19 terdapat 440 orang (Dirawat 230, sembuh 176, dan meninggal 34 orang).

Naisyah menambahkan, dalam melakukan kajian pada kasus Covid-19 ini memang sangat sulit. Sebab, tergantung pada laboratorium kapan dikeluarkan hasilnya. Namun, pada umumnya pasien positif didapatkan pada pasien ODP yang di rawat di rumah sakit.

Lebih lanjut, Naisyah menyebut untuk saat ini terdapat dua isolasi mandiri, yakni di Hotel Swiss Bel dan dirumah masing-masing. Ia juga mengatakan setslah diterapkannya PSBB di Kota Makassasr, terjadi penurunan angka kematian.

“Sekarang ini sudah ada isolasi mandiri terbagi 2 ada yang di isolasi mandiri di Swiss-Bel hotel dan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Perlu juga saya menyampaikan bahwa jumlah keseluruhan yang sembuh saat ini sebanyak 160 orang dan yang meninggal 12 hari sebelum PSBB sebanyak 12 orang dan setelah PSBB sebanyak 9 orang terjadi penurunan angka kematian,” ungkpnya.

Naisyah membeberkan sebelum pelaksanaan PSBB, peningkan peningkatan pendemi Covid-19 sangat tajam. Namun, setelah diterapkannya PSBB cendering menurun.

“Salah satu yang menjadi tolak ukur pada saat sebelum pelaksanaan PSSB peningkatan sangat tajam di bandingkan dengan setelah pelaksanaan PSSB sudah mulai menurun,” tutupnya. (*)

Komentar