oleh

Jaenal Mappe: Saatnya Pengusaha Mengingat Perjuangan Bersama Karyawan

Editor : Ashar Abdullah-Bisnis, Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tak masuk di nalar Jaenal Mappe jika ada perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal gara-gara pandemi Covid-19. Apalagi bagi perusahaan yang sudah bertahun-tahun eksis.

Saudagar Bugis yang kini aktif di Departemen Pengembangan Usaha dan Ekonomi Kreatif Badan Pimpinan Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) itu berpendapat, kondisi saat ini belumlah sepadan dengan perjalanan panjang selama ini. Keuntungan besar, juga aset, sudah dikumpulkan dalam perjuangan bersama karyawan.

“Ini adalah tantangan. Perekonomian nasional sedang sakit. Tetapi tidak lantas harus membuat kita kehilangan keberanian dan semangat,” ujarnya, Rabu, 13 Mei 2020.

Pengusaha ritel, properti, perhotelan, dan restoran yang berbasis di Gorontalo (perlahan juga di Makassar) itu mengajak para pebisnis untuk memanfaatkan waktu sekarang untuk merenung. Apakah selama ini kita lupa bersyukur, atas kemampuan yang Allah Swt. anugerahkan.

“Bertahun-tahun bahkan ada yang berpuluh tahun lamanya kita diberikan kemampuan dan kecerdasan dalam mengelola segala bidang usaha kita. Juga nikmat kesehatan dan kebahagiaan bersama keluarga, serta kesempatan
untuk mendapatkan keuntungan yang cukup banyak dan aset yang cukup besar di dalam berjuang bersama seluruh karyawan kita,” timpalnya.

Pria kelahiran Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulsel, 17 Maret 1960 itu mengingatkan, jangan sampai ujian dua-tiga bulan membuat kita tidak ikhlas dan harus menyerah.

“Karyawan yang bertahun-tahun berjuang membesarkan perusahaan langsung di-PHK massal seakan-akan tidak berjasa sebagai aset perusahaan selama ini. Kasihan mereka,” ucap Jaenal.

Owner Arthama Hotel Group itu yakin, jika pengusaha bisa melewati ujian beberapa bulan ini dengan sabar dan bijak, kesuksesan yang lebih besar menanti di masa depan. “Ayo bangkit, bersama karyawan,” ajaknya.

Ketua BPW KKSS Gorontalo itu menitip empat pesan. Pertama, saatnya kita berani ambil keputusan dan laksanakan keputusan itu. Lalu, tingkatkan kecerdasan analisis kita menggunakan pengalaman lapangan dan info-info. Ketiga, jujur dan komitmen kepada semua.

Poin keempat, lagi-lagi penegasan; “Hargai karyawan kita.” Poin terakhir, keluarkan zakat harta sebagai kewajiban.

Pemilik nama lengkap Jaenal Mappe Middon itu memang tokoh senior dan guru bagi banyak pelaku usaha. Termasuk bagi Presiden Direktur PT Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin.

Desember tahun lalu, Jaenal melakukan umrah special request bersama Tazkiyah. Dia memboyong kerabat dan sahabat. Jaenal memang selalu mempercayakan perjalanan ibadahnya ke tanah suci kepada Tazkiyah. Sudah bertahun-tahun. Sejak 2009.

Komentar