oleh

Penerapan New Normal di Kota Makassar Belum Memenuhi Syarat

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf mengakui penerapan skema new normal di Kota Makassar belum memenuhi syarat. Pasalnya, berdasarkan Indeks penularan virus corona atau covid-19 di Kota Makassar masih tinggi. Posisinya berada di angka 1,3. Itu berdasarkan hasil evaluasi pemerintah pusat.

“Hasil evaluasi pusat, R-O kita masih 1,3 jadi secara formal kita belum bisa menerapkan new normal,” ungkap Prof Yusran Jusuf, Kamis (28/5).

Agar memenuhi syarat, kata Prof Yusran—sapaan akrabnya, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di lapangan. Tujuannya, untuk melihat langsung tingkat kepatuhan warga Kota Makassar terkait penerapan pedoman pelaksanaan protokol kesehatan yang tertuang dalam Perwali nomor 31 tahun 2020.

“Kita memperketat semua aktivitas. kita ingin meyakinkan bahwa pedoman protokol kesehatan dilaksanakan dan kita bisa lihat efektivitasnya. Apalagi kita masih status bencana nasional pandemi. Kalau ada yang melanggar langsung kita tegur ditempat,” bebernya.

Kata Prof Yusran, hal ini dilakukan untuk mempercapat penurunan angka R-O supaya Kota Makassar bisa menerapkan new normal. Edukasi secara massal pun dilakukan dengan menyasar tempat-tempat keramaian seperti mall dan pasar.

Tujuannya, agar protokol kesehatan yang tertuang dalam perwali betul-betul diterapkan sehingga indeks penularan bisa berkurang di bawah satu.

“Gerakan ini kita lakukan secara massif karena kita ingin mengingatkan kepada masyarakat juga melakukan edukasi secara massal supaya protokol kesehatan diterapkan sehingga kita bisa menurunkan R-O di bawah satu,” katanya. (*)

Komentar