oleh

Hasil Swab Pasien Positif Covid-19 di Takalar Bocor ke Publik

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Supahrin-Daerah, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Hasil keterangan swab pasien positif Covid-19 di Kabupaten Takalar bocor ke publik dan tersebar di sejumlah grup Whatsapp.

Surat keterangan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Takalar itu bernomor: 37/DK-ll/P2P/VI/2020 yang ditandatangani dr Hj Rahmawati selaku Plt Kadinkes Takalar tertanggal 01 Juni 2020.

Berikut isi suratnya, menerangkan bahwa, Nama: Hasniati Daeng Ngai
Umur : 41 Tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Alamat: Batu Maccing, Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar hasil pemeriksaan positif.

Padahal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) belum lama ini mengimbau masyarakat tak sembarangan membagikan informasi pribadi penderita atau terduga (suspect) virus Corona (Covid-19).

Pengungkapan identitas penderita corona secara terbuka adalah pelanggaran hak-hak pribadi. Informasi pribadi hanya bisa diungkap atas izin yang bersangkutan.

“Terkait riwayat kesehatan seseorang, itu memang sebaiknya dan seharusnya tidak disebarkan melalui media apa pun,” kata Plt Kepala Biro Humas Ferdinandus Setu belum lama ini.

Hal senada disampaikan Dokter Mahesa Pranadipa Ketua Umum Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia menegaskan, ada peraturan yang melindungi data pribadi pasien. Antara lain, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Menurutnya, sanksi pidana bisa menjerat pejabat publik dan profesional bidang kesehatan yang membocorkan data pribadi pasien kepada publik. Pasal yang bisa digunakan penegak hukum, lanjut Mahesa, adalah Pasal 322 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur mengenai tindakan membuka rahasia jabatan.

Sementara, Plt Kadis Kesehatan Takalar dr Rahmawati yang dikonfirmasi wartawan, Senin (31/5/2020) malam membantah jika pihaknya yang membocorkan data pasien positif Covid-19 ke publik.

“Bukan kami yang publikasikan itu Pak. Kami membuat surat keterangan seperti itu untuk menginformasikan kepada yang bersangkutan bahwa hasil swab mereka positif. Karena terkadang pasien maupun keluarganya butuh bukti bahwa memang betul hasil swab mereka positif,” kata Rahmawati.

Namun, saat ditanya siapa nama keluarga pasien positif yang diberikan hasil keterangan swab pasien positif Covid-19 tersebut Rahmawati enggan membeberkan namanya.

“Iya, permintaan keluarga pasien ini untuk membuktikan bahwa hasil swabnya memang positif. Mengenai siapa nama keluarga pasien tersebut tidak dapat kami berikan,” tutup Rahmawati. (*)

Komentar