oleh

Serapan Anggaran Covid-19 di Sulsel Dibawah Target

Editor : Ashar Abdullah-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Realisasi anggaran untuk penanganan virus corona di Sulawesi Selatan hingga berakhirnya masa tanggap darurat pada 29 Mei lalu mencapai Rp86 miliar. Realisasi anggaran tersebut jauh dibawah target yakni sebanyak Rp137 miliar.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) mengakui hal tersebut. Ia mengatakan anggaran untuk penanganan covid-19 hingga kini belum mencapai Rp100 miliar. Hal itu dikarenakan banyaknya bantuan dari berbagai pihak baik dari pemerintah pusat maupun instansi-instansi lainnya.

Kata NA, Pemprov Sulsel lebih fokus pada penanganan kesahatan. Misalnya fasilitas di rumah sakit harus dipastikan terus terpenuhi dan terfasilitasi.

“Penggunaan anggaran keselamatan dan kesehatan ini, harus betul-betul sesuai kebutuhan, sampai saat ini belum sampai Rp100 miliar,” beber NA saat ditemui di kediamannya, Senin (1/6).

Terkait anggaran pengaman sosial, sambungnya, tidak boleh dibelanjakan atau dihabiskan langsung. Pasalnya sangat banyak bantuan sosial kepada masyarakat tercover dari berbagai sumber. Pemerintah harus berjaga-jaga jangan sampai ada pandemi fase kedua, jika anggaran yang digelontorkan tidak dimanage dengan baik maka ditakutkan tidak mampu lagi menopang kebutuhan masyarakat.

“Begini, ngapain kita buru-buru menggunakan anggaran kita karena bantuan sosial ini memiliki banyak sumber bantuan yang dicover APBN, seperti BLT, BSL juga ada Sembako dari desa, sebenarnya kita harus berterima kasih kepada Pusat,” ungkapnya.

Menurutnya, yang berat nantinya adalah ketika pandemi Covid-19 sudah berakhir. Pemerintah hadus memikirkan dan menyiapkan strategi untuk me-recoveri dampak ekonomi dari pandemi ini.

“Anggaran yang sudah kita realokasi harus betul-betul kita tekan penggunaannya karena yang paling berat adalah recovery ekonomi setelah pandemi ini,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sulsel, Junaedi menyebutkan, sebanyak Rp250 miliar yang direncanakan untuk tanggap bencana. Namun hanya Rp137 miliar anggaran yang ditargetkan akan dipakai hingga 29 Mei.

“Anggaran tanggap darurat yang dikeluarkan kan sesuai kebutuhan, Sekaran penggunaan sudah mencapai Rp86 miliar, kita memang berharap tidak mencapai target agar bisa menghemat budget,” terang NA.

Ia menyebutkan penanganan kesehatan dan keselamatan masyarakat sebesar Rp291,745 miliar yang telah dialokasikan. Rinciannya untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp81,924 miliar dengan jumlah realisasi Rp8,58 miliar, BBLK senilai Rp7.6 miliar dengan realisasi Rp1,8 miliar, RS Unhas Rp5,6 miliar dengan realisasi Rp5,6 miliar atau 100 persen.

Selanjutnya, RSUP Wahidin Rp6,6 miliar dengan realisasi hampir 100 persen, Kodam XIV Hasanuddin sebesar Rp2,7 miliar dengan realisasi 100 persen, RSKD Dadi senilai Rp46 miliar dengan realisasi Rp14,8 miliar, BPBD Rp9,6 realisasi Rp 8,7 miliar, RS Sayang Rakyat sebanyak Rp68 miliar dengan realisasi Rp17 miliar.

Sementara, alokasi lainnya yang belum ditransfer dan direalisasikan ialah anggaran untuk Polda Sulsel Rp2,3 miliar, Satpol PP Rp948 juta, Kesbangpol Rp200 juta, FKM Unhas Rp3,2 miliar, RS Labuang Baju Rp16 miliar, RSU haji Makassar Rp23 miliar, Dinas PMD Rp5,3 miliar, dan RSIA Siti Fatimah Rp11,3 miliar.

Selanjutnya kata Junaedi, untuk anggaran jamin pengaman sosial dianggarkan sebanyak Rp41 miliar. Dimana rinciannya dialokasikan untuk Dinas Sosial sebanyak Rp32 miliar dengan realisasi Rp16 miliar, sekretariat DPRD Rp8,5 miliar dengan realisasi Rp3,8 miliar, serta Badan Penghubung sebanyak Rp652 juta dengan realisasi Rp326 juta.

Komentar