oleh

Pendekatan Akal sehat

Editor : Ashar Abdullah-Kolumnis-

Oleh : H.Bunyamin Yafid, CEO An-Nur Maarif

Akal yang sehat ada pada badan/jiwa yang sehat. Ide dasarnya, akal sehat adalah suatu tipe pemikiran yang memadukan akal praktis dan akal penilaian. Ini dua konsep Kant untuk merujuk seperangkat rasionalitas yang memberi disposisi bagi tindakan moral manusia dan pengalaman estetisnya.

Dalam bahasa Al-qur’an terkadang Allah pakai kalimat nazhara dan terkadang pakai kalimat ra-aa yang artinya melihat, namun ahli tafsir berkomentar bahwa nazhara itu melihat dan memikirkan, sementara ra-aa hanya melihat saja.

Badan atau jiwa yang sehat bukan saya, sehat badan tanpa penyakit dan sakit-sakitan, namun badan dan jiwa yang sehat di saat hidup bebas tanpa tekanan dan tanpa harus ketakutan, karena salah satu penyebab orang bisa strok jika pikirannya tertekan dan banyak masalah.

Nah sekarang menuju akal sehat, kontruksi berpikirnya pastikan badan dan jiwanya sehat dulu tanpa tekanan, tanpa ketakutan dan rasakan hidup terasa bebas, pastikan akal sehat sudah mulai berfungsi kemudian pakai kalimat nazhara perhatikan baik-baik.

Setelah Lebaran Ied Fitri, hampir semua negara Islam terapkan New Normal mulai perlahan-lahan keluar rumah dan aktifkan rumah ibadah kembali, tidak usah terlalu lama banyak di analisa, lihatlah Saudi dulu, Saudi sekarang sudah mulai buka Masjid Nabawi dan buka ruang gerak yang lebih untuk warganya.

Padahal Saudi itu penduduknya hanya kurang lebih 30 juta saja dan Saudi lock downnya sangat ketat, itu sepersepuluh penduduk Indonesia, dan Indonesia tidak ada lockdwon, namun kenapa bersamaan keluarkan surat edaran (basaha saya) yang bolehkan masjid di buka, dan buka ruang gerak ke warganya. Selamat menyambut akal sehat. Pancasila menyambutmu. (*)

Komentar