oleh

Dunia adalah Tempat Berjuang

Editor : Ashar Abdullah-Kolumnis-

Oleh : CEO An Nur Maarif, H. Bunyamin Yapid, Lc., M.A.

Banyak di antara manusia berjuang dalam hal mencari finansial, dan standar keberhasilan yang menjadi tolak ukur dari perjuangan hidupnya di saat punya harta yang banyak.

Seorang mahasiswa berjuang supaya bisa selesai sarjana dan langsung mendapatkan pekerjaan, dari pekerjaan itu dikumpulkanlah hartanya dan setelah mereka kaya raya, orang-orang menyebutnya sukses.

Seorang pejabat banyak yang mempergunakan aji mumpun, sehingga sarana jabatannya di pergunakan untuk mengumpulkan finansial aset yang akan dinikmatinya setelah menjabat nanti, demikianlah perjalanan perjuangan yang dimaknai sebagian banyak dari manusia.

Sekali lagi ajaran Islam tidak melarang kita kaya finansial, namun mari kita berpikir bersama setelah punya finansial yang banyak, selanjutnya kita pakai untuk apa?

Suatu ketika akhir tahun 2019, kami dalam perjalanan tour di negara Balkan dan Yunani, saya bertanya kepada teman yang ada di bus, bahwa pernahkah anda berpikir, anda membangun rumah yang sangat besar, mewah, terparkir banyak mobil mewah di garasi rumah anda, sarana lengkap rumah lengkap, ada kolam renang, ada taman yang indah namun setelah rumah anda selesai di bangun, anda meninggal dunia, sponton istri anda menjadi janda kaya?

Teman-teman saat itu ketawa, saya bilang itulah sebabnya saya tidak bangun rumah terlalu mewah, sambil tertawa.
Rumah yang tiap hari kita perbaiki, tiap saat kita renovasi sebenarnya itu kita akan tinggalkan di kehidupan dunia, namun pernahkah kita berpikir bagaimana rumah atau keadaan tempat tinggal kita di kehidupan akhirat di mana kehidupan akhirat itulah yang kekal abadi.

Di sinilah ajaran cinta kehidupan mengantar kita untuk memaknai hidup, jika kita mencintai kehidupan, maka cintailah hidup di dunia dan hidup di akhirat, karena itulah hakekat dari cinta kehidupan, dimana kehidupan berlanjut terus dan tidak ada akhirnya. Sudah sampai di mana anda berjuang dalam hidup anda? (*)

Komentar