oleh

Perekonomian Sulsel Terjun Bebas

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Ekobis, Headline, Metro, Perbankan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Sulawesi Selatan membawa perekonomian Sulsel Terjun bebas, Rabu (17/06/2020).

Tercatat pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I di 2020 sebesar 3,07% dari tahun ke tahun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan IV 2019 yang mencapai 6,48% tahun ke tahun. Hal tersebut menempatkan ekonomi Sulsel pada pertumbuhan terendah dalam satu dekade.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso, adanya Pandemi Covid-19 menyebabkan sendi-sendi perekonomian Sulsel mengalami pelemahan kinerja seiring penurunan permintaan yang terjadi secara luas dan dalam waktu yang relatif cepat.

“Imbas penyebaran Covid-19 terutama dirasakan pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum. Konsumsi swasta melambat akibat keterbatasan kinerja konsumsi rumah tangga ditengah pandemi Covid-19 dan kontraksi pada komponen LNPRT seiring penundaan Pilkada serentak. Respon pelaku ekonomi yang cenderung wait and see selama pandemi juga menjadi kendala dalam kinerja investasi. Permintaan yang terbatas akibat Covid-19 menyebabkan kinerja net ekspor mengalami kontraksi,” bebernya.

Ditengah upaya dalam menghadapi Covid-19 kata Bambang, inflasi yang terkendali menjadi salah satu harapan dalam menjaga daya beli masyarakat dan menopang pemulihan perekonomian ke depan.

“Tekanan inflasi Sulsel pada triwulan I 2020 masih berada dalam rentang sasaran inflasi 3+1%. Tekanan inflasi pada triwulan I 2020 terutama terjadi pada kelompok volatile foods dipicu keterbatasan pasokan bawang putih dan gula pasir,” lanjutnya.

Pada triwulan I 2020, stabilitas sistem keuangan di wilayah Sulsel masih terjaga. Penghimpunan dana pihak ketiga secara umum masih tumbuh 3,7% tahun ke tahun meski melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,5% tahun ke tahun. Penyaluran kredit juga terpantau tumbuh melambat, menjadi 3,7% dari tahun ke tahun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,2% tahun ke tahun, perlambatan khususnya terjadi pada penyaluran kredit rumah tangga. Kondisi perlambatan kinerja perbankan juga terlihat di sektor UMKM.

“Pengaruh Covid-19 diperkirakan masih menahan kinerja ekonomi Sulsel pada triwulan II 2020. Lapangan usaha yang terdampak penyebaran pandemi pada triwulan I 2020 diperkirakan akan mengalami perlambatan yang lebih dalam,” katanya.

Meski demikian menurut Bambang, perekonomian Sulsel diperkirakan mulai mengalami perbaikan pada triwulan III 2020 yang didorong oleh meningkatnya konsumsi swasta dan kinerja investasi.

“Bank Indonesia optimis bahwa pemulihan perekonomian secara bertahap dapat terjadi dengan dukungan konsistensi kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan peningkatan pemahaman masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan dalam kegiatan keseharian,” tutupnya. (*)

Komentar