oleh

Warga Tinumbu Mengadu Soal Pemberian Bansos ke Pahlevi

Editor : Ashar Abdullah-Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Reses masa persidangan ketiga tahun 2019-2020 dijadikan wadah untuk menyampaikan keluhan dan harapan masyarakat, utamanya dimasa pandemi covid-19

Warga jalan Tinumbu, kelurahan Layang, Kec.Bontoala misalnya, mereka mengeluhkan pembagian sembako yang tidak merata dan tepat sasaran yang dilakukukan oleh Dinas Sosial Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan oleh warga bernama Mahmud saat mengikuti reses yang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Andi Pahlevi. Mahmud menyampaikan, sangat banyak masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan sosial dimasa pandemi ini.

Menanggapi hal tersebut Legislator Partai Gerindra, Andi Pahlevi mengatakan, saat ini yang menjadi keluhan masyarakat rata-rata persoalan bansos. Dimana pembagian dianggap tidak merata, tidak tepat sasaran, atau bakan dikurangi tak sesuai yang dijanjikan pemerintah.

Kata Pahlevi, untuk pembagian sembako ditangani langsung oleh Dinas Sosial, dimana komisi yang bermitra dengan Dinsos ialah Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat. Sehingga pihak-pihak yang melakukan pengawasan pun tentu Komisi D.

Olehnya itu, keresahan-keresahan warga tetap akan ditampung dan disampaikan ke parlemen agar kedepan menjadi perhatian para legislator untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat.

“Ini kan masa pandemi, sesuatu yang paling berdampak dirasakan masyarakat itu terkait sembako, makanya semua keluhannya ke sana. Dan memang di ruang-ruang diskusi itu yang hangat dibicarakan. Ada yang dapat tapi kurang, ada yg dapat tapi seharusnya tidak dapat, begitu juga sebaliknya,” jelas Andi Pahlevi usai reses di Kelurahan Layang, Tinumbu, Rabu (17/6).

Yang menjadi persoalan dalam bansos sembako tersebut kata Pahlevi ialah tidak akuratnya data yang dimiliki Dinsos Makassar. Data-data masyarakat miskin tidak diupdate sebelum menyalurkan bantuan. Sehingga terjadi ketimpangan dan keributan pada saat penyaluran bantuan.

Sebaiknya, jika ada bansos tahap kedua kata Pahlevi, pemerintah harus betul-betul jeli melihat masyarakat yang berhak mendapatkan. Keterlibatan RT/RW juga sangat penting, jangan sampai ada keberpihakan kepada orang-orang tertentu.

“Pendataan harus akurat intinya. Kedepan kalau ada bantuan didata dulu baik-baik supaya bisa meminimalisir potensi masalah,” tuturnya.

Dimasa pandemi ini, anggota Komisi C Bidang Infrastruktur dan Pembangunan ini menegaskan agar masyarakat menjaga kesehatan, memperbaiki asupan gizi, menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun. (*)

Komentar