oleh

Begini Reaksi Puan Maharani Setelah Bendera PDIP Dibakar

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Partai, Politik-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani ikut merespons pembakaran bendera partainya yang diduga dilakukan massa aksi unjuk rasa menolak RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) di depan Gedung DPR, Rabu (24/6).

Respons itu disampaikan ketua DPR RI itu melalui akun Instagramnya sebagaimana dikutip pada Jumat (26/6). Namun, dia hanya mengutip ulang isi surat harian Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merespons pembakaran bendera tersebut.

“Terus rapatkan barisan! Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat, karena rakyatlah cakrawati Partai,” tulis Puan. Unggahannya di IG itu disertai dengan foto surat perintah harian yang dikeluarkan ketum partai berlambang moncong putih tersebut.

“Sekali Merdeka Tetap Merdeka! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya!!!” lanjut Puan.

Berikut isi lengkap surat perintah Ketua Umum DPP PDIP tersebut.

SURAT PERINTAH HARIAN KETUA UMUM PDI PERJUANGAN

Merdeka !!!

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah Partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.

PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memerjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi dikuyo-kuyo, dipecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor Partai pada tanggal 27 Juli 1996. Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum.

PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi Partai untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.

Terus rapatkan barisan! Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat, karena rakyatlah cakrawati Partai. Sekali Merdeka Tetap Merdeka! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya!!!

Jakarta, 25 Juni 2020
Ttd

Megawati Soekarnoputri

(/jpnn)

Komentar