oleh

Baznas dan Lazismu Enrekang Siapkan TPH Berstandar Protkes Covid-19

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Qurniawan-Enrekang-

ENREKANG, BACAPESAN.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) unit Enrekang meninjau rencana lokasi Tempat Pemotongan Hewan (TPH) kurban di kelurahan Juppandang, Rabu 8 Juli 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin mengatakan, dua lembaga zakat ini akan bekerja sama mengelola kurban masyarakat, karena memiliki kesamaan visi dan cara pandang dalam manajemen pengelolaan kurban yang baik dan benar sesuai syariat Islam.

Untuk tiga hal mendasar yaitu penegakkan dakwah syariat kurban, tentang penataan sistem dan distribusi daging.

“Ada banyak model dan praktek syariat kurban yang menurut kami kurang benar. Kemudian teknis distribusi daging tidak merata. Ketiga tentang masih dalam situasi pandemi covid-19, dimana tetap harus menjaga protokol kesehatan. Ini hal baru, apalagi mungkin ini terobosan pertama di kabupaten Enrekang, karena itu mohon dukungan semua pihak,” ungkapnya

Baharuddin menambahkan, pada tahapan awal, panitia akan melakukan sosialisasi bahwa TPH terbuka untuk umum. Semua masyarakat boleh memotong hewan kurbannya di TPH dengan syarat harus mengikuti SOP panitia.

“Kita jamin bahwa pekerja yang terlibat adalah tenaga profesional yang berpengalaman mengerjakan sapi kurban. Untuk pembagian dan distribusi sendiri, kami akan merekrut relawan-relawan dari mahasiswa,” tambahnya.

Kemudian, lanjut dia, panitia juga akan mengadakan pelatihan kurban secara syariat di Masjid Taqwa Muhammadiyah Enrekang dengan mengundang panitia kurban dari masjid se-kecamatan Enrekang.

“Insyaallah akan melibatkan semua Pemerintah terutama Dinas Peternakan dan Perikanan terkait kesehatan hewan, ormas Muhammadiyah dalam hal dakwah dan syariat kurban, siapapun yang mau bergabung silahkan mendaftar di kantor Lazismu di lantai dasar Masjid Taqwa Enrekang,” tutup Baharuddin.

Komentar