oleh

Pelindo Bantah Penambangan Pasir dan Pembangunan MNP Bisa Tenggelamkan Pulau

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tambang pasir laut dan proyek Pembangunan Makassar New Port (MNP) yang sebelumnya mendapat protes keras dari warga terus dikerjakan secara bertahap oleh PT Pelindo IV Makassar (Persero).

Protes keras tersebut dilayangkan masyarakat karena pembangunan tersebut diklaim dapat mengancam kelangsungan hidup para nelayan di pulau Kodingareng, Lompo.

Lewat jumpa persnya pada Selasa (07/07/2020) kemarin, Corporate Secretary PT Pelindo IV (Persero), Dwi Rahmad Toto mengatakan bahwa pembangunan MNP tidak mengganggu ekosistem laut.

Selain itu, lokasi pembangunan MNP melibatkan para ahli terkait dengan stakeholder serta telah sesuai dengan Perda Sulsel nomor 2 tahun 2019.

“Kita membangun sesuai dengan ketentuan yang ada. Lokasi reklamasi telah diterapkan oleh perda PZWP3K dan telah memenuhi syarat untuk melakukan penambangan,” Ungkap Toto

Toto menegaskan, tidak mungkin ada pulau yang tenggelam, mengganggu aktifitas nelayan dan merusak lingkungan pesisir dan kondisi sosial ekonomi para nelayan.

“Pelindo IV, PP dan Banteng mencari solusi terbaik, luas lokasinya mungkin 1000 hektar dan karena lokasinya sangat luas dengan jumlah deposit batuan nya mungkin lebih dari 200 juta meter per kubik. Kami melihat tidak mungkin berdampak lebih luas, yang disedot pasirnya lebih 2 meter, karena sesuai dengan kemampuan alat penyedotan,”ungkapnya.

Lebih jauh, Toto juga telah membangun komunikasi dengan warga yang terkena dampak, namun dengan adanya covid 19 komunikasi sempat terhambat.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan masyarakat, harapan kami setelah pertemuan tidak ada lagi aksi seperti kemarin. Dengan CSR bantuan sarana renovasi masjid, bantuan anak yatim dan bantuan pendidikan telah dilakukan. Kedepannya kami lebih fokus dengan upaya memberantas kemiskinan,” pungkasnya.

Komentar