oleh

BPR Sulawesi Mandiri Tepis Tuduhan Penyelundupan Dana Nasabah 

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Hukum-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sulawesi Mandiri menepis pernyataan yang dibuat Rike Handrivany dan Noor Ikhsan Syuhada di media, terkait tuduhan penyelundupan dana nasabah.

Kuasa Hukum BPR Sulawesi Mandiri, Akhwad Rianto menyatakan, tuduhan terkait penyelundupan dana deposito Rp1 miliar oleh BPR Sulawesi Mandiri adalah Informasi yang menyesatkan, tidak berdasar dan mengarah ke perbuatan tindak pidana.

“Berdasarkan tuduhan tersebut, kami pihak hukum BPR Mandiri ingin meluruskan dan mengklarifikasi berita tersebut bahwa apa yang disampaikan Rike Handrivany dan Noor Ikhsan Syuhada adalah hal yang tidak benar menyesatkan, tidak berdasar dan ini bisa mengarah pada perbuatan pidana,” ungkap Akhwad dalam jumpa persnya di cafe Teraz Wirano Jalan Yusuf Dg Ngawing, Kamis (9/7/2020)

Lebih jauh, Akhwad Rianto membenarkan jika Noor Ikhsan Syuhada sebagai Kepala cabang Maybank Syariah Makassar saat itu adalah nasabah BPR Sulsel Mandiri.

Akhwad menerangkan, pada 3 Juli 2015 lalu,  Noor menyimpan dananya pertama kali sebesar Rp650 juta. Sejalan dengan suaminya, Rike Handrivany Burhanuddin juga menyimpan dananya di BPR Sulawesi Mandiri sebesar Rp500 juta pada 28 Maret 2016 lalu dengan Nomor rekening dan bilyet.

“Seluruh deposito atas nama Noor ikhsan Syuhada dananya keluar masuk sebanyak 13 kali transaksi yang dicairkan di bulan Agustus, September, Oktober dan November sedangkan deposito milik dari Rike dicairkan pada 1 September 2016. Sehingga seluruh deposito milik keduanya telah dicairkan melalui karyawan dari Noor Ikhsan Syuhada yakni Mahmud dan Gery di Maybank Syariah cab Makassar,” beber Akhwad

Lebih lanjut Akhwad Rianto mengatakan, pencairan dana tersebut dilakukan oleh Gery  selaku karyawan dari Noor.

“Mereka membuat bisnis kredit macet, kemudian dana yang ada di BPR Sulawesi Mandiri bertahap dikeluar masukkan. Dana yang disimpan pada 2016 itu sebenarnya sudah tidak ada dan ini proses pencairan dilakukan melalui lisan by phone email dan Whatsapp, semua proses pencairan telah diketahui Noor Ikhsan Syuhada,” sambungnya.

Sebelumnya kasus ini telah bergulir dan Saudara Gery telah dilaporkan di Polrestabes Makassar namun tidak ditindaklanjuti karena tidak memenuhi unsur pada saat itu.

“Yang dilaporkan adalah anak buahnya sendiri yakni Mahmud dan Gery dan itu ada bukti perjanjian yang dibuat terkait dengan pengembalian dana yang dilakukan dan tidak ada kaitanya dengan Bank BPR Mandiri,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Noor Ikhsan Syuhada dan Rike Handrivany melaporkan BPR Sulawesi Mandiri telah menggelapkan dana depositonya senilai Rp 1,4 miliar.

Komentar