oleh

Peneliti Temukan Formula yang Bisa Lindungi Pasien Kanker dari Covid-19

Editor : Syarifah Fitriani-Kesehatan-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Para peneliti kini berlomba menemukan cara baru intuk pencegahan dan pengobatan Covid-19.

Pasien dengan penyakit komorbid atau riwayat penyakit tak menular adalah kelompok paling rentan terinfeksi. Termasuk bagi pasien kanker.

Baru-baru ini para peneliti Kanada telah meluncurkan uji klinis inovatif yang berfokus untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh untuk pasien kanker.

Percobaan ini melibatkan IMM-101 yaitu salah satu bakteri yang aman, yang merangsang atau memberi ‘respons pertama’, dari sistem kekebalan tubuh. Para peneliti berharap bahwa meningkatkan sistem kekebalan pasien kanker dengan terapi IMM-101 akan melindungi mereka dari pengembangan Covid-19 yang parah dan infeksi paru-paru berbahaya lainnya.

Para peneliti dari Rumah Sakit Ottawa datang melakukan untuk uji coba dan bekerja dengan Kelompok Uji Kanker Kanada (CCTG) di Queen’s University untuk mengaplikasikannya di pusat-pusat di seluruh negeri. Pendanaan dan dukungan dalam bentuk alat medis senilai USD 2,8 juta, disediakan oleh Canadian Cancer Society, BioCanRx, Institut Ontario untuk Penelitian Kanker, Yayasan Ottawa Hospital, Organisasi Medis Akademik Rumah Sakit Ottawa, ATGen Canada NKMax, dan Immodulon Therapeutics sebagai produsen IMM-101.

“Vaksin yang efektif yang memberikan perlindungan spesifik terhadap Covid-19 dapat memakan waktu satu tahun atau lebih untuk mengembangkan, menguji, dan mengimplementasikan,” kata pemimpin studi, ahli onkologi bedah dan Direktur Penelitian Kanker di Rumah Sakit Ottawa dan profesor rekanan di Universitas Ottawa Dr. Rebecca Auer, seperti dilansir dari Medical Express, Kamis (9/7)

Sementara itu, ada kebutuhan mendesak untuk melindungi orang dengan kanker dari infeksi Covid-19 yang parah. “Dan kami pikir stimulator kekebalan ini yakni IMM-101, mungkin dapat melakukan ini,” jelasnya.

Senior Investigator CCTG, Dr. Chris O’Callaghan, menjelaskan sistem kekebalan tubuh pasien kanker akan berisiko jauh lebih tinggi jika terinfeksi Covid-19. Dan bisa mengalami komplikasi parah akibat Covid-19.

“Pasien-pasien ini sulit mempraktikkan isolasi sosial karena kebutuhan untuk secara teratur kontrol ke rumah sakit untuk menerima perawatan kanker seperti terapi,” jelasnya.

Uji coba, yang disebut CCTG IC.8 itu telah disetujui oleh Health Canada dan diharapkan mulai diterapkan di pusat-pusat kanker di Kanada musim panas ini. Meski begitu pasien kanker yang tertarik untuk berpartisipasi tetap harus berbicara dengan dokter spesialis kanker mereka terlebih dahulu. (jpg)

Komentar