oleh

Pembatasan Akses, Praktisi Hukum Unhas Soroti Surat Bebas Covid-19

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Hikmah-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pembatasan akses masuk Makassar dengan diberlakukannya surat keterangan bebas Covid-19 mengundang berbagai asumsi di tengah masyarakat.

Pasalnya, pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu yang lalu, masyarakat kebablasan memaknai kelonggaran yang berujung pada semakin tingginya angka penularan Covid-19 di Makassar.

Praktisi Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sakka Pati dalam diskusi media yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sabtu (11/07/2020) lalu, menyoroti kebijakan terkait surat bebas Covid -19 yang mulai berlaku pada hari ini Senin (13/07/2020).

Menurut Praktisi yang juga merupakan Anggota Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 ini, peralihan pasca PSBB dan penerapan surat bebas Covid-19 telah membiasakan masyarakat terhadap kelonggaran, akibatnya penderita virus yang menyerang sistem pernapasan ini, semakin bertambah di Makassar.

Apalagi kata wanita yang akrab disapa Sakti ini, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi beberapa daerah untuk kabupaten terdekat dengan Makassar yang pada statusnya merupakan episentrum penyebaran Covid-19.

“Peraturan Walikota Makassar nomor 36 tahun 2020 yang berisi aturan bagi warga yang ingin masuk kota Makassar wajib melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 saya anggap tidak efektif. Karena adanya pengecualian daerah Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar) yang merupakan wilayah yang masuk dalam episentrum jumlah positif Covid-19 terbanyak,” tutur Sakti.

Lebih jauh ia berpendapat, PSBB dengan model baru akan lebih efektif untuk diterapkan jika dibandingkan dengan peraturan baru ini.

“Mengapa tidak PSBB diterapkan kembali dengan konsep baru yakni Pembatasan Sosial Berskala Keluarga (PSBK). Kita fungsikan RT-RW untuk penerapan dan pengawasan. Dibanding dengan program ini yang harus melakukan Rapid Test kemudian berulang ke Uji Swab bagi yang reaktif,” saran Sakti.

Komentar