oleh

Pengerjaan P3A di Takalar Diduga Dipihak Ketigakan

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Supahrin-Headline, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktoral Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Satker Operasi dan Pemeliharaan P-J Provinsi Sulsel pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), mengucurkan anggaran miliyaran rupiah dari APBN untuk pengerjaan puluhan Daerah Irigasi Bissua yang tersebar di beberapa titik di Kabupaten Takalar.

Hanya saja diduga pengerjaan di lapangan tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan dipihak ketigakan karena yang kerja bukan kelompok Program Peningkatan Percepatan (P3A).

Seperti di Desa Bentang dan Desa Bontoloe Kecamatan Galesong, pengerjaan irigasinya bukan dilakukan oleh Ketua Kelompok P3A dan anggotanya, melainkan orang diluar dari Kelompok P3A.

Hal ini benarkan salah satu ketua Kelompok P3A di Desa Bentang, Daeng Tarra. Menurut dia, pekerjaan Irigasi tersebut didapatkan atas nama kelompoknya tetapi pengerjaan dilakukan oleh orang lain.

“Iya, ini pekerjaan irigasi dari pompengan tetapi yang kerjakan itu bukan kami selaku P3A, yang kerjakan itu atas nama Daeng Pasang,” aku Daeng Tarra ke media, belum lama ini.

“Sebelum dilakukan pekerjaan, Daeng Lapang yang semua uruski sehingga semua tenaga kerja yang dipakai itu orang dia, bukan dari kelompok saya. Kata Daeng Lapang, nanti selesai pengerjaan baru saya dapat juga bagian,” tambah Daeng Tarra.

Selain itu, menurut pengakuan salah satu masyarakat berinisial DO, dipengerjaan irigasi tersebut tidak ada papan proyek dan diduga dikerja asal-asalan. Karena pondasi lebih lebar di atas dibandingkan dasar bawah pondasi sehingga diragukan kualitasnya.

“Kami meminta kepada Koordinator Teknik (Koortek) Satker Operasi dan Pemeliharaan P-J Provinsi Sulsel pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) agar segera turun dilokasi dan memeriksa beberapa pengerjaan irigasi di Takalar, sebab banyak pengerjaan yang kami anggap dikerja asal jadi,” pinta DO, Minggu (12/07).

Komentar