oleh

Anggota DPRD Makassar Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19

Editor : Syarifah Fitriani-Headline, Kriminal-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Penyidik Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembawa paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19 di RSUD Daya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan dari pendalaman kasus yang dilakukan, penyidik menetapkan dua orang tersangka yaitu AHI dan AN setelah adanya bukti-bukti permulaan.

“Penetapan tersangka ditetapkan pada hari Jumat 10 Juli 2020, setelah dilaksanakan gelar perkara,” ujarnya.

Dua tersangka tersebut, lanjut dia, ditetapkan setelah sehari sebelumnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik dan saat ini sedang perampungan berkas perkara.

Para tersangka akan dikenakan Pasal 214, 335, 336 KUHP dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman sampai tujuh tahun penjara.

Sebelumnya, penyidikan beberapa saksi terkait kasus pengambilan jenazah yang dijamin oleh AHI yang diketahui merupakan Anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, terus bergulir di Mapolrestabes Makassar

Kasus tersebut bermula saat Andi Hadi Ibrahim Baso bersama dengan keluarga pasien datang untuk mengambil pasien Alm. Chaidir Rasyid dan meminta tidak dilakukan Protokol Covid. Pihak RSUD Daya melarang dan berusaha menyampaikan edukasinya, namun diabaikan oleh Andi Hadi Ibrahim Baso dan mengatakan telah ada komunikasi dengan Direktur RSUD Daya Makassar dr Ardin Sani yang mengijinkan untuk membawa jenazah pasien tersebut.

Namun oleh Direktur sudah dijelaskan bahwa jenazah tersebut merupakan pasien Covid 19 dan rawan menyebarkan penyakit jadi harus dikebumikan dengan protokol Covid.

“Namun katanya, Hadi memaksa dan mengancam mengatakan bahwa massa susah di bendung dan akan menuntut RSUD Daya,” kata Ibrahim.

Komentar