oleh

Begal Partai Diprediksi Terjadi di Pilwalkot Makassar

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Armansyah-Headline, Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Peta politik di Kota Makassar masih dinamis walau partai politik (parpol) telah menunjuk jagoan untuk diusung Pilwalkot Makassar. Hanya saja, itu dinilai belum aman sehingga aksi begal partai diprediksi terjadi.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma mengatakan, aksi begal partai kemungkinan seperti itu selalu saja punya potensi terjadi dalam konteks politik. Sebab, tak ada satupun aturan partai yang memastikan dukungan sejak jauh hari sebelum pesta demokrasi dilaksanakan.

“Tidak ada sanksi bagi partai politik yang kemudian merubah dukungan pada saat-saat terakhir, sehingga sikap final partai politik memang dapat saja berubah,” tegas Sukri Tamma, Kamis (16/7).

Dengan kondisi politik sangat dinamis seperti ini, sambung Sukri, kemudian banyak pilihan kandidat-kandidat yang berpotensi memenangkan pilkada. Sehingga, pergeseran dukungan partai politik dari satu kandidat ke kandidat lain termasuk saat-saat terakhir sangat mungkin terjadi.

“Hal ini akan bergantung kesepakatan-kepakatan yang disetujui bersama oleh partai politik dan kandidat. Artinya, aksi ‘begal dukungan’ partai politik akan bergantung titik kompromi kandidat dan partai politik,” cetusnya.

Diketahui, sejauh ini ada empat kandidat yang intens muncul dipermukaan maju di Pilwalkot Makassar. Mereka masing-masing Moh Ramdhan Pomanto, Irman Yasin Limpo, Syamsu Rizal dan Munafri Arifuddin. Keempat tokoh itu juga telah mendapat usungan partai.

Paket DP-Fatma diusung dua partai, NasDem dan Gerindra. Meski tanpa wakil, Irman Yasin Limpo telah mendapat rekomendasi dari Golkar dan PAN. Deng Ical-dr Fadli telah mendapat PKS, PKB dan menunggu PDIP. Sementara Appi-Rahman Bando hingga kini belum mendapat kejelasan dari partai.

Komentar