oleh

Pemkab Takalar Susun Strategi Pemulihan Ekonomi Akibat Covid-19

Editor : admin 1, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Pemkab Takalar kini tengah menyusun strategi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan mengantisipasi lonjakan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Adha 1441 H. Pemda Takalar melalui Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Takalar pun menggelar High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Takalar yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Takalar Achmad Dg Se’re, di Ruang Rapat Setda Kabupaten Takalar, Selasa 21 Juli 2020.

Dalam memimpin Rapat Wabup Takalar mengemukakan bahwa sebagai pemerintah kita harus memiliki langkah-langkah agar perekonomian tetap stabil di tengah pandemi Covid-19. Kita juga harus memberi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat dalam pencengahan Covid-19 sehingga tidak menyebar.

“Patut di syukuri, karena kekayaan sumber daya alam di Indonesia begitu melimpah, dan meski di tengah pandemi Covid-19 tetapi kita warga Kabupaten Takalar memiliki lahan pertanian yang terus berproduksi sehingga ketahanan pangan di Takalar dapat dipertahankan,” tambahnya.

Para pelaku ekonomi dan UMKM di Takalar harus di berdayakan, dan terus kita dorong untuk mengembangkan usahanya dan untuk warga Kabupaten Takalar untuk berbelanja di Kabupaten Takalar saja sehingga perputaran uang di Takalar terus berlanjut.

Kapolres Takalar pada kesempatan tersebut mengatakan kita sadari bersama pandemi Covid-19 belum selesai dan sangat berpengaruh dengan perekonomian kita. Kita harus terus melakukan langkah-langkah dalam pemulihan ekonomi di Kabupaten Takalar.

“Salah satu langkah yang dapat di lakukan yakni memberdayakan sektor UMKM dan pengembangan Home Industri di masyarakat dan mengedukasi masyarakat khususnya di sektor pertanian dan perikanan untuk terus berproduksi dalam mempertahankan ketahanpangan di daerah kita,” jelas Kapolres.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kasubag. Pengembangan Ekonomi, Penanaman Modal & BUMD Arifin menyampaikan bahwa di bulan Januari, Februari dan Maret dimasa pandemi ini. Kita mengalami Inplasi 0,1 % artinya ketersediaan barang ada, tapi daya beli dimasyarakat kurang. Dari hasil pengamatan di lapangan, anjoknya daya beli dimasyarakat terjadi di bulan Maret, April dan Mei sudah mulai stabil.

Hadir dalam rapat tersebut para anggota Forkopimda, Asisten II Setda Kabupaten Takalar, para Kepala OPD Kabupaten Takalar dan Sekretaris BPKD Kabupaten Takalar.

Komentar