oleh

Bangun SMP Baru, Solusi Pemkot Akomodir Ribuan Calon Siswa

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Al Amin-Sekolah-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik mengatakan, sebanyak 9.000 lebih calon siswa baru gagal masuk sekolah negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020. Kondisi tersebut disebabkan kuota kursi di sekolah negeri tidak mampu menampung banyaknya calon siswa.

Untuk itu, kata dia pihaknya tetap mengupayakan agar mereka yang telah gagal seleksi kembali mendapatkan kesempatan. Caranya, dengan mengusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI
penambahan kursi dalam setiap kelas.

Hal itu perlu dilakukan karena ada aturan di Dapodik yang menentukan jumlah maksimal kursi per rombongan belajar.

“Ini menjadi perhatian kita. Ada 9 ribu yang tidak tertampung di SMP negeri. Kita akan mengusulkan ke Dirjen untuk bisa menambah setiap kelasnya. Dari 32 menjadi 36 seperti tahun kemarin,” ujar Amelia.

“Kami laporkan dan Pak Wali sudah tanda tangan usulan itu. Selanjutnya akan kita ajukan ke Kemendikbud,” lanjutnya.

Bukan hanya tingkat SMP, Disdik Kota Makassar juga mengajukan penambahan kuota untuk SD. Yang tadinya hanya 28 murid setiap kelas, menjadi 32 orang.

Solusi lain yang ditawarkan Dinas Pendidikan Kota Makassar yaitu memberikan subsidi kepada siswa yang gagal lolos PPDB. Namun, mereka akan dimasukan ke sekolah swasta.

Menurut Amelia, banyak orang tua siswa yang enggan memasukkan anaknya ke sekolah swasta karena faktor biaya.

Skema pembiayaan untuk mensubsidi para siswa di sekolah swasta tengah disiapkan. Pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pendataan.

Diketahui, jumlah pendaftar untuk PPDB jalur zonasi ditingkat SD di Kota Makassr mencapai 27.919 orang. Sementara tingkat SMP, pendaftar sebanyak 21.836 orang.

Untuk jangka panjang, dalam mengakomodir calon siswa baru dalam proses PPDB sistem zonasi, Pemkot Makassar kembali akan melakukan regrouping sejumlah SD untuk menjadi SMP negeri.

Amalia mengatakan, pihaknya sementara melakukan survey ke seluruh kecamatan untuk mengetahui dimana saja butuh sekolah baru.

“Untuk sementara, kita akan mendirikan SMP baru di tujuh titik. Beberapa diantaranya di Untia, Makassar, Panakkukang. Itu harus kita lakukan
agar lebih banyak lagi menampung lulusan Sekolah Dasar sesuai dengan zonasinya,” ungkap Amelia.

Sekolah baru itu nantinya merupakan hasil penggabungan atau regrouping sekolah SD dan SMP. Dihadirkan berdasarkan kebutuhan maupun ketersediaan SMP di setiap wilayah dalam kota Makassar.

Untuk tahap awal, kata dia, ada lima SD yang akan diregrouping di Untia menjadi dua SD. Sementara tiga SD akan dijadikan satu SMP Negeri.

Terkait anggaran, Amelia mengatakan tidak butuh biaya yang besar karena gedung, sarana, dan fasilitasnya sudah disiapkan.

“Soal anggaran, tidak pakeji dulu karena adaji kelasnya. Tinggal digabung saja,” tandasnya.

Komentar