oleh

Pemkot Makassar Izinkan Salat Id di Masjid Tapi Tidak di Lapangan

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Al Amin-Headline, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengatakan, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran terkait protokol kesehatan pada pelaksanaan salat Id, pemotongan, dan pembagian hewan kurban dalam rangka hari raya idul Adha tahun ini.

Pada jumpa pers yang digelar Kamis (23/7) sore di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rudy menjelaskan, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan terhadap protokol kesehatan mengingat aktifitas masyarakat dipastikan akan lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.

Tahun ini, pelaksanaan salat Id kata dia sangat berbeda, pasalnya pihaknya tidak memberikan ijin melaksanakan salat Id di lapangan, namun masih memberi ijin dua masjid besar di Makassar yakni Masjid Al Markaz Al Islami dan Masjid Raya. Selain itu juga dibolehkan bagi masjid di sekitar kompleks perumahan.

“Kami tidak anjurkan di lapangan karena akan banyak konsentrasi masyarakat nantinya di sana. Kalau bisa di masjid-masjid kompleks perumahan masing-masing saja sehingga masyarakat bisa terdistribusi dengan baik,” kata dia.

Tahun ini, lanjut Pj Wali Kota Makassar juga meniadakan open house yang rutin digelar setelah pelaksanaan salat Idul Adha sebagai langkah antisipatif dan penerapan social maupun physical distancing.

“Terakhir, mari kita sambut Idul Adha dengan suka cita. Jadi momentum yang baik. Perhatikan protokol kesehatan agar pengendalian covid bisa berjalan. Kasus semakin turun agar bisa masuk dalam new normal,” tandasnya.

Kepala dinas PU Sulsel ini juga mengatakan, melalui surat edaran yang dikeluarkan itu nantinya akan diteruskan ke organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah, NU, PHBI, camat, lurah, hingga seluruh masjid yang ada di Makassar.

“Kita keluarkan surat edaran ke camat Ketua MUI, NU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah dan seluruh pengurus masjid. Bahwa pelaksanaan Idul Adha tahun ini beda dengan hari raya sebelumnya dimana ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi,” ungkap Prof Rudy.

Surat edaran tersebut, kata Prof Rudy, surat edaran tersebut lebih kurang mengatur tata cara pelaksanaan Salat Idul Adha, pemotongan dan pembagian hewan kurban di era pandemi covid-19.

Selain itu, tambah Rudy, pihaknya juga akan mengirimkan tim-tim percepatan pengendalian covid yang akan tersebar di seluruh Makassar untuk melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan. Mereka akan membantu camat, lurah, RW dan RT.

“Camat juga kami minta untuk segera melaporkan titik-titik atau lokasi salat dan penyembelihan hewan kurban agar pihaknya bisa menurunkan tim gugus tugas pengendali covid untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.

Komentar