oleh

Segera, Sidrap Jadi Sentra Kawasan Organik di Luar Pulau Jawa

Editor : Syarifah Fitriani-Sidrap-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan akan menjadi daerah pengembangan beras organik untuk mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.

Hal ini terungkap dalam acara ,The National Support for Local Investment Climate / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED). Itu merupakan proyek kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau BAPPENAS dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC).

Agenda pembangunan nasional yang dinyatakan dalam RPJMN 2020-2024 menekankan pentingnya kebijakan, program, dan kegiatan yang nyata dan terukur untuk mendorong percepatan pembangunan perdesaan dan daerah.

Deputi Pembangunan Daerah, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Ir Rudy Soeprihadi Prawiradinata, mengungkapkan, pembangunan ekonomi lokal adalah pilar utama kinerja perekonomian nasional.

Sejalan dengan tujuan ini, pemerintah daerah dipandang mampu melakukan berbagai inovasi pembangunan ekonomi jika didukung dengan dukungan teknis dan instrumen yang tepat.

Enam wilayah dan inovasi yang telah dipilih untuk RIF Tahap II, antara lain Kabupaten Manokwari untuk pengembangan kakao organik dan kelapa, Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat terpilih dengan peningkatan produk turunan jagung, Kabupaten Mempawah di Kalimantan Barat ditunjuk sebagai pengembangan beras hitam dan merah organik, Kabupaten Pesisir Selatan di Sumatera Barat untuk produk turunan perikanan dan buah-buahan untuk mendukung pariwisata di wilayah Pesisir Selatan Sumatera Barat, Kabupaten Kayong Utara di Kalimantan Barat untuk pengembangan jagung dan kelapa organik serta Kabupaten Sidenreng Rappang di Sulawesi Selatan untuk pengembangan beras organik untuk mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.

“Implementasi RIF diharapkan menjadi salah satu dari beberapa inisiatif strategis untuk mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 dan 2020-2024. RIF Tahap II yang dilakukan dari April 2019 hingga Juli 2020, telah membuat pencapaian yang signifikan,” jelas Rudy.

Ia melanjutkan, sekitar 700 penerima manfaat termasuk pemerintah, sektor swasta, akademisi, lembaga penelitian, dan UMKM telah menerima bantuan melalui lebih dari 100 pelatihan, sesi pelatihan, dan jenis dukungan teknis lainnya.

Bantuan diberikan untuk pengembangan dan penguatan institusi lokal, komoditas atau produk dan untuk meningkatkan hubungan pasar.

“Intervensi percontohan RIF juga telah membuka peluang kerja bagi setidaknya 2,929 orang, dengan peluang lebih lanjut diidentifikasi untuk replikasi dan peningkatan,” lanjutnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Sidenreng Rappang, melalui Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sidenreng Rappang, Andi Muh Arsjad, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bernilai bagi Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program ini telah mampu menyentuh Gapoktan di lima desa KPPN, Kelompok Tani, Kelompok Perempuan hingga kaum milenial di Sidenreng Rappang. Komitmen Pemerinrah Daerah, segera mungkin kita memasukkan sebagai Program Replikasi untuk semua Kawasan di Kabupaten Sidenreng Rappang, yang memenuhi syarat standarisasi organik dari LSO (Lembaga Sertifikasi Organik) Indonesia.

“Kami telah memegang syarat serta mekanismenya, dan juga telah memiliki jejaring pasaranya. Kita berharap kedepan Program ini menjadi Pilot Project untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang,” harap Arsjad.

“InsyaAllah Sidenreng Rappang bisa,” tutupnya.

Komentar