oleh

Pendapatan Anjlok, Perusda Soppeng Putar Otak Cegah PHK

Editor : Syarifah Fitriani-Soppeng-

SOPPENG, BACAPESAN.COM – Imbas dari pandemi Covid-19 dirasakan hampir di semua bidang, baik pengusaha kecil hingga besar bahkan perusahaan daerah (perusda).

Seperti yang dirasakan Perusda Kabupaten Soppeng selaku pengelola destinasi wisata Permandian Alam Air Panas Lejja. Bahkan saat ini pihak pengelola harus putar otak demi mempertahankan pekerjanya akibat pandemi ini.

Direktur Utama Perusda Kabupaten Soppeng, Muh Jufri mengatakan, pandemi covid-19 telah memukul pertumbuhan ekonomi, sehingga banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya.

“Kita juga kena dampak akibat covid-19 sama seperti perusahaan lainnya,” kata Jufri kemarin.

Dia menambahkan perusda ini bahkan sempat jalan di tempat selama tiga bulan, tanpa pendapatan.

“Alhamdulillah kita akan Bergerak perlahan. Karyawan kami juga tidak ada yang di PHK sampai saat ujar,” ujar Jufri.

Ia melanjutkan, pihaknya sangat memahami kondisi perusahaan akibat covid-19 meski hanya diberi gaji sesuai dengan kemampuan perusahaan.

“Saat ini sudah disiapkan rencana kerja mengantisipasi ini jika covid-19 terus berlanjut dan tidak ada PHK,” jelasnya.

Dari pantauan di Permandian Air Panas Lejja, Minggu (2/8), pengunjung wisata Lejja tidak sebanyak saat hari raya tahun lalu, jauh sebelum Covid-19 mewabah.

Petugas loket tanda masuk, Niar mengatakan jika Sabtu kemarin, merupakan puncak pengunjung. Namun hanya ada sekitar 900 pengunjung. Jumlah itu bahkan lebih banyak dari pengunjung di akhir pekan.

”Pemasukan kami saat ini hanya sekitar Rp 6 juta. Padahal biasanya lebaran sebelum pandemi pemasukannya mencapai Rp 60 jutaan,” tandas Niar. (bkm)

Komentar