oleh

Jadi Temuan Berulang, Keberadaan Ratusan Alkes RS Padjonga Dg Ngalle Tak Jelas

Editor : Syarifah Fitriani-Headline, Korupsi-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Aset milik RS Padjonga Dg Ngalle berpotensi disalahgunakan lantaran pengelolaannya tidak tertib. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak 2017 lalu dan menjadi temuan berulang oleh tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga saat ini.

Persoalan aset RS Padjonga daengale ini berawal dari Pemeriksaan BPK pada tahun anggaran 2017. Dimana pada saat itu pengelola aset rumah sakit merincikan jumlah asetnya yakni sebanyak 827 unit.

Pada saat dilakukan pemeriksaan, aset yang ditemukan BPK dan tersebar diseluruh ruangan rumah sakit hanya sebanyak 152 unit. Dan tidak ditemukan keberadaanya yakni sebanyak 675 unit.

Olehnya itu BPK kemudian merekomendasikan kepada pengelola aset RSUD untuk menelusuri keberadaan aset tersebut sebagaiamana termaktub dalam LHP BPK Nomor 44.B/LHP/XIX.MKS/05/2018 tanggal 31 Mei 2018.

Dari rekomendasi itu, kemudian Direktur Rumah Sakit mengeluarkan SK Nomor 1305/445/RSUD/SK/IX/2018 tanggal 9 September 2018 dengan menemukan 483 unit aset senilai Rp29.734.015.151,42. Namun dalam pemeriksaan fisik BPK pada april 2019, aset yang ditemukan itu oleh BPK tidak diyakini keberadaanya.

Dimana menurut BPK Inventaris atas aset yang tidak ditemukan dilakukan hanya dengan memberikan kode barang, nomor register dan tahun perolehan atas aset sesuai dengan nama-nama barang yang ada pada lampiran LHP BPK Nomor 44.B/LHP/XIX.MKS/05/2018.

Selain itu, kelemahan lain atas prosedur inventarisasi tersebut menurut BPK adalah pengurus barang tidak melakukan penelusuran dan verifikasi atas dokumen sumber untuk mengetahui nilai perolehan barang yang tidak ditemukan tahun lalu. Hal ini kata Ia menyebabkan hasil inventarisasi terhadap aset yang ditemukan tidak dapat diyakini.

Sementara itu, Mantan Direktur Rumah Sakit yang menjabat pada tahun itu mengatakan aset tersebut sudah ditemuka. “Sudah ada tindak lanjutnya sudah berubah silahkan hubungi pengelola asset tersebut,” kata Nilal Fauziah.

Namun saat dikejar terkait tindak lanjut aset yang tidak diyakini, Nilal tidak menanggapinya, justru yang bersangkutan memblokir akun Whatsapp jurnalis. (Sugi hartono)

Komentar