oleh

Kasus Peredaran Narkotika di Sulsel Tembus 80 Persen

Editor : Syarifah Fitriani-Hukum-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Peredaran narkotika di Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin tinggi dari tahun ke tahun. Bahkan hingga pertengahan semester satu kemarin, peredaran narkotika mendominasi kasus pidana umum di Sulsel.

Hal itu diketahui saat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melakukan evaluasi penanganan perkara di beberapa bidang. Salah satunya yakni pada bidang pidana umum.

Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Yudi Indra Gunawan membenarkan jika kasus pidana umum yang mereka tangani didominasi kasus narkotika.

“Angkanya itu sekitar delapan puluh persen, Kemudian disusul dengan kejahatan jalanan, serta beberapa kasus yang kami tangani itu seperti pengambilan paksa jenazah covid 19, ” katanya

Khusus di kasus Narkotika, kata Yudi Indra Gunawan perlu dilakukan kerja bersama stake holder yang ada dalam melakukan pen√≤rcegahan. Karena kata Ia tahapnya sudah masuk dalam kategori menghawatirkan. ” kita harus mulai memasifkan gerakan pencegahan, karena ini sudah tahap menghawatirkan kejahatan narkotika ini,” tutupnya.

Menanggapi hal itu Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulsel, terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tak hanya soal hukum, juga melainkan bahaya penggunaan narkoba.

Beberapa program yang mereka lakukan diantaranya yakni, Jaksa masuk sekolah, jaksa menyapa dan terakhir podcast Adiyaksa.

” kesemuanya itu dijadikan kanal untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat hukum sekaitan dengan pelayanan hukum, pencegahan hingga pada sosialisasi tentang bahaya narkoba,” kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulsel, Gatot

PT NTS diketahui bekerjasama dengan PT. Alam Jaya Transport untuk Kegiatan Penyediaan dan Pengangkutan Material Sirtu dan Material Project Lainnya. Namun dalam penyidikan yang dilakukan Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel mereka menemukan adanya penyimpangan, dimana salah satu staf PT NTS
Bernama Riandi menerima pembayaran secara tunai dengan tahapan pencairan yang tidak sesuai prosedur dan tidak dilakukan verifikasi oleh bagian keuangan.

Sehingga mengakibatkan PT Nusantara Terminal Services (anak Perusahaan Pelindo IV) mengalami kerugian sebesar Rp. 10.301.000.000,- (Sepuluh Milyar Tiga Ratus Satu Juta Rupiah).

Kata Adi Wibowo kasus ini telah naik pada tahap penyidikan. Dan sedang didalami siapa siapa yang terlibat dalam dugaan penyelewengan keuangan negara tersebut.

“Untuk perkembangan lebih lanjut, nanti kami infokan kembali,” tutupnya. (sugi hartono)

Komentar