oleh

Wow, Dugaan Korupsi di Anak Perusahaan Pelindo IV Capai Rp10 Miliar

Editor : Syarifah Fitriani-Korupsi-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan terus mendalami dugaan korupsi penyimpangan pengeluaran uang milik PT Nusantara Terminal Services (anak perusahaan PT Pelindo IV).

Bahkan kasusnya sudah masuk dalam tahap penyidikan. Kerugian negara diperkirakan sekitar Rp10 Miliar.

PT NTS sendiri merupakan anak perusahaan dari Pelindo IV. Ia didirikan pada tahun 2013 dengan kepemilikan saham mayoritas pada PT Pelindo IV (Persero) dan sebagian Koperasi Karyawan PT Pelindo IV. PT NTS sendiri bergerak dibidang bongkar muat konvensional, Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK). Pelayanan Logistik dan door to door service untuk komoditas general cargo dan beberapa usaha lainnya.

Dalam laporan yang diterima Kejati, di anak perusahaan Pelindo tersebut diduga telah terjadi adanya tindak pidana korupsi, dimana terjadi penyimpangan pengeluaran uang milik PT. Nusantara Terminal Services yang tidak sesuai prosedur.

“Dan namanya perusahaan negara, uangnya adalah uang negara, jika terjadi penyimpangan disana berarti itu masuk pidana korupsi,” kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel, Roch Adi Wibowo.

PT NTS diketahui bekerjasama dengan PT. Alam Jaya Transport untuk Kegiatan Penyediaan dan Pengangkutan Material Sirtu dan Material Project Lainnya. Namun dalam penyidikan yang dilakukan Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel mereka menemukan adanya penyimpangan, dimana salah satu staf PT NTS
Bernama Riandi menerima pembayaran secara tunai dengan tahapan pencairan yang tidak sesuai prosedur dan tidak dilakukan verifikasi oleh bagian keuangan.

Sehingga mengakibatkan PT Nusantara Terminal Services (anak Perusahaan Pelindo IV) mengalami kerugian sebesar Rp. 10.301.000.000,- (Sepuluh Milyar Tiga Ratus Satu Juta Rupiah).

Kata Adi Wibowo kasus ini telah naik pada tahap penyidikan. Dan sedang didalami siapa siapa yang terlibat dalam dugaan penyelewengan keuangan negara tersebut.

“Untuk perkembangan lebih lanjut, nanti kami infokan kembali,” tutupnya. (Sugi hartono)

Komentar