oleh

Jalan di Tempat, Kejati Didesak Naikkan Status Kasus Pipa Avtur Pertamina

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Sugi Hartono-Korupsi-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sejumlah pegiat anti korupsi meminta Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk segera menaikkan kasus proyek pipa avtur Pertamina ke tahap penyidikan.

Proyek yang menelan anggaran senilai Rp155 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu dikabarkan mangkrak dan hingga saat ini belum dapat difungsikan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sorot Indonesia menyayangkan lambannya penanganan kasus dugaan korupsi proyek yang diduga merugikan negara tersebut. Seharusnya kata mereka dengan adanya bukti-bukti dengan pekerjaannya yang belum selesai seharusnya sudah naik ke tahap penyidikan.

“Penyidik sebenarnya cukup mempelajari perjalanan proyek bermula dari perencanaan hingga perjanjian kontrak kerjanya saja,” kata Direktur Sorot Amir Made Amin.

” Jadi semuanya sangat terang. Penyidik tinggal melihat siapa-siapa yang bertanda tangan dalam kontrak kerja pekerjaan proyek tersebut. Disitu kan ada pihak PT. Pertamina dan rekanan,” sambungnya lagi

Senada dengan Sorot Lembaga Pegiat Anti Korupsi Laksus juga mendesak Kejaksaan agar menaikan kasus ini ketahap penyidikan. Apalagi kata Ia pihak penyidik telah mengantongi bukti bukti yang ada.

“Saya kira tinggal kemauan penyidik saja untuk menaikan kasus ini,” ujarnya

Sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar menceritakan ada beberapa temuan dalam penyelidikan atas proyek tersebut. Pertama proyek tersebut sudah rampung (100 persen) pada tahun 2018 lalu, namun pembayarannya baru 80 persen.

“Proyek dikerja PT MJPL milik The Jhonny yang kini tersandung kasus perbankan. Tapi itu kasus lain, yang kita lidik ini adalah fokus dugaan korupsi dalam pipa avtur Pertamina,” kata Firdaus, Rabu, (08/07/2020) yang lalu

Lebih lanjut mantan Kajati Gorontalo ini berdasarkan penelusuran, tim jaksa juga mendapatkan ada kejanggalan lain. Yakni program pemindahan pipa, karena ada renovasi perlebaran terminal Bandara Sulhas.

Dimana proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan yang sama dengan perpanjangan kontrak yang seharusnya ada kontrak baru. Proyek baru pemindahan pipa tersebut menelan anggaram Rp3 miliar.

“Proyek ini diduga syarat permainan. Bahkan ada informasi proyek ini menjadi jaminan oleh pengembang untuk meminjam uang,” ungkapnya.

Suami dari Lisa Firdaus Dewilmar ini mengatakan dalam waktu dekat ini dia akan mengirim penyidik untuk melakukan penelusuran ke Pertamina pusat. Tujuan untuk mencari data lengkap terkait proyek tersebut. Pasalnya proyek tidak ditangani oleh pihak Pertamina yang ada di Makassar.

Selain melakukan konfirmasi ke Pertamina pusat, tim penyidik juga akan menyelidiki tiga bank yang menjadi kreditur proyek tersebut. Satu diantara bank tersebut ada yang plat merah dan duanya milik swasta.

Penyidikan akan difokuskan pada bank plat merah tersebut. Sedangkan dua bank swasta akan dilakukan kroscek, untuk mengetahui cara peminjaman yang dilakukan dalam proyek tersebut. Dugaan awalnya ada kongkalikong.

“Jika ada kongkalikong dan melibatkan bank plat merah akan ada kerugian negara. Sehingga itu akan masuk rana korupsi yang wajib diungkap,” akunya

Komentar