oleh

Ditengahi Kejati, Pembahasan Lahan Pengganti CoI Temui Kata Sepakat

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Sugi Hartono-Hukum-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Provinsi dan pengembang Center Point of Indonesia (CoI) telah menemui kata sepakat dalam persoalan lahan tanah tumbuh yang masuk dalam kawasan area reklamasi sebesar 12,5 Hekta Are.

Dimana dalam pertemuan yang dilaksanakan di kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel pihak PT Yasmin sebagai pengembang telah menyetujui lokasi lahan yang diminta oleh Pemerintah Provinsi.

“Yang tadi itu soal pertemuan lahan di CoI jadi kedua belah pihak tadi telah sepakat, pengembang akan mengganti lahan pemprov itu didaerah lae lae,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Firdaus Dewilmar.

Dewilmar mengatakan persoalan tanah tumbuh ini merupakan rekomendasi dari KPK kepada pemerintah Provinsi agar meminta lahan pengganti tanah dikawasan reklamasi CoI tersebut

“Nah dari rekomendasi itu, Pemerintah Provinsi meminta bantuan kepada Kejaksaan untuk mendampingi persoalan tersebut,” katanya.

Setelah didampingi, negosiasi sempat mandek karena lokasi yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi tidak disetujui pengembang,

“Pada saat itu yang ditunjuk oleh Pemprov itu dipulau lae – lae, tapi PT Yasmin tidak mau karena lahan disekitar situ agak dalam dan biaya reklamasi yang harus mereka keluarkan itu membengkak,” katanya

Sehingga kami mewakili Pemprov terus melakukan pendekatan kepada pengembang supaya menyetujui lahan yang diminta Pemprov tersebut.

“Dan kemarin sudah ada kata sepakat, PT Yasmin bersedia menimbun di Lae – lae,” katanya

Kata Ia material timbunan yang akan digunakan untuk menimbun itu akan diambil disekitaran wilayah pelabuhan Pelindo IV.

“Kan disitu sempat mengalami pendangkalan karena imbas dari penimbunan, nah nanti disitu akan dikeruk dan tanahya akan digunakan untuk menimbun di lae lae, dan anggarannya semua berasal dari pihak pengembang,” ujarnya.

Nantinya kata Ia tanah reklamasi di Lae lae akan dijadikan wilayah eko wisata konserfasi bahari. “Jadi tidak mengganggu warga lae – lae, justru akan meningkatkan pendapat warga disana lewat ekowisata bahari itu,” tutupnya.

Komentar