oleh

Lima Berkas Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 Dilimpahkan ke Kejaksaan

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Sugi Hartono-Headline, Kriminal-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kepolisian Resort Besar Kota Makassar kembali melimpahkan berkas tersangka pengambilan jenazah covid 19 di kejaksaan. Pelimpahan itu dilakukan setelah penyidik mengatakan berkas tersangka telah lengkap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan para tersangka itu berasal dari dua kejadian yang berbeda.

“Tiga di antaranya berasal dari kasus pengambilan jenazah di RS Stella Maris Makassar. Sementara 2 tersangka lainnya dari insiden pengambilan paksa jenazah di RS Dadi Makassar,” paparnya.

Dalam pelimpahan itu, kelima tersangka disangkakan Pasal 214, 335, dan 336 KUHP serta UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Sulsel juga mengatakan telah menetapkan 32 tersangka dalam kasus pengambilan jenazah covid 19 secara paksa di beberapa rumah sakit.

32 tersangka itu masing masing ditangani di Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan setelah terus melakukan pengembangan kasus pihaknya kembali menangkap tiga belas orang yang diduga mempunyai peran dengan mengumpulkan masyarakat dalam kasus ini.

“Kemarin kami kembali melakukan penangkapan kepada tiga belas orang dalam kasus pengambilan paksa jenazah covid 19. Setelah dilakukan gelar perkara, mereka langsung ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya

Kata Ibrahim, mereka ini merupakan pelaku pengambilan jenazah dirumah sakit labuang baji Makassar beberapa waktu lalu.

Untuk ketiga belas tersangka yang ditangkap kemarin ini kata Ia sepuluh orang sudah dilakukan penahan.

“Sedang tiga orang lainnya saat ini sedang dilakukan isolasi mandiri dirumah masing masing karena hasil rapid tes mereka reaktif,” jelasnya.

Dengan penangkapan ini kata Ia menambah total yang telah ditetapkan sebagai tersangka. ” Yakni sudah 32 orang,” katanya.

Kesemuanya ini kata Ia akan dituntut dengan pasal berlapis yakni pasal 214 tentang melawan seorang pejabat yang sedang melakukan tugas yang sah, Pasal 335, 336 dan pasal 93 UU No.16 tahun 2019.

“Untuk ancaman hukumannya itu 7 tahun penjara,” tutupnya.

Komentar