oleh

Pj Kades Sampulungan Diduga Mark Up Anggaran Sembako Covid-19

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Dimasa pandemi Covid 19, Desa Sampulungan Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, membagikan sembako untuk warganya, sekitar April-Mei lalu. Pembagian bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Sampulungan, Rustan Muang.

Hanya saja, dari 380 masyarakat yang menerima sembako, diduga tak sesuai dengan jumlah anggaran yang dialokasikan oleh Desa Sampulungan.

Menurut pengakuan salah seorang warga Desa Sampulungan yang enggan disebut namanya, warga hanya menerima beras 10 liter, mie instan 5 bungkus, minyak Goreng 2 liter dan telur ayam ras 15 biji.

“Itu saja yang diantarkan ke rumah saya oleh perangkat Desa Sampulungan,” aku warga tersebut.

Hal itu juga disesalkan oleh masyarakat lainnya inisial AB. Dimana menurut AB, anggaran yang dialokasi Pemerintah Desa Sampulungan sebesar Rp75 juta. Namun yang dibagikan ke warga hanya empat item saja.

“Kalau kita kalkulasi dari anggaran Rp75 juta dibagi 380 penerima, harusnya setiap warga atau kepala keluarga menerima sembako dengan kisaran Rp197 ribu. Tapi ini mereka hanya diberikan beras 10 liter, mie instan 5 bungkus, minyak Goreng 2 liter dan telur ayam ras 15 biji. Kalau kita rupiahkan dari empat item itu, mungkin harganya hanya berkisar Rp120.000, dikalikan 380 penerima, totalnya Rp45 juta hingga Rp48 jutaan. Sisanya kemana?” kesal AB.

Saat dikonfirmasi, Penjabat (Pj) Kades Sampulungan, Rustan Muang mengatakan bantuan sembako itu diambil dari anggaran Silpa tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp75 juta untuk kurang lebih 380 penerima penanggulangan dampak Covid-19. Dan menurutnya itu sesuai dengan harga barangnya, tidak ada markup anggaran.

“Sebenarnya bukan sembako, tetapi penanggulangan dampak Covid 19. Jadi masyarakat diberikan gula 1 liter, telur 15 butir, beras 10 liter, minyak 2 liter dan mie instan 10 bungkus,” bantah Rustan Muang, yang didampingi Kaur Keuangan Desa Sampulungan, Asmin Jafar, Kamis (06/08).

Komentar