oleh

Senyap, Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi PLTS Takalar ?

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Sugi Hartono-Headline, Korupsi-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Penyelidikan dugaan korupsi di Takalar nampaknya berjalan di tempat. Sampai saat ini Kejaksaan Tinggi Sulsel belum memberikan keterangan mengenai penanganan kasus korupsi tersebut.

Kasus dugaan korupsi ini berawal dari keluhan masyarakat terkait warga yang berada di kepulauan yang ada di Takalar, tidak menikmati listrik. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini, anak-anak sangat membutuhkan listrik untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan dari rumah.

Padahal pemerintah telah mamasukkan proyek PLTS yang merupakan program dari Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan keluhan dan laporan masyarakat itu. Pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel melalui bidang pidana khusus kemudian melakukan penyelidikan, dimana penanganannya dilakukan bersama dengan Kejaksaan Negeri Takalar.

Namun sampai saat ini penanganan kasus ini belum menunjukan progres yang maksimal sebagaimana harapan para pegiat anti korupsi.

Direktur Lembaga Anti Korupsi (Laksus), Muhammad Ansar, mengaku heran dengan kinerja pidana khusus yang belum menunjukan tajinya dalam menangani proses ini. Padahal menurut dia proyek PLTS yang ada di Takalar tersebut hanya dinikmati selama enam bulan saat diresmikan. “Bahkan ada yang cuma tiga bulan,” katanya.

Kata Ansar, seharusnya pidana khusus memaksimalkan penanganan kasus ini karena bersentuhan langsung dengan masyarakat pulau. “Kasian mereka sampai saat ini tidak lagi menikmati listrik,” ujarnya.

Diketahui PLTS ini merupakan salah satu program dari Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Proyek ini bernilai puluhan Miliar dan dilaksanakan di beberapa pulau.

Proyek ini dilaksanakan secara bertahap, dari 2015 – 2018. Itu antara lain PLTS di Dusun Satangnga Desa Mattiro Baji pada 2015 lalu, PLTS Dusun Balangdatu Desa Balangdatu pada 2016 lalu, PLTS Dusun Rewataya Desa Rewataya tahun 2016, PLTS Dusun Lantang Peo desa Rewataya tahun 2017, PLTS Dusun Labbotallua Desa Mattiro Baji tahun 2017. Namun dalam perjalanannya PLTS tersebut tidak lama dinikmati oleh masyarakat.

Komentar