oleh

KPU Tator Sosialisasi Terkait Pemutahiran Data Pemilih

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Cherly-Tana Toraja-

TANA TORAJA, BACAPESAN.COM – Menjelang berakhirnya tahapan pencocokan data pemilih atau pencoklitan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Tana Toraja melakukan sosialisasi pemutahiran data pemilih pemilu Bupati dan Wakil Bupati di Kantor KPU Tana Toraja, akhir pekan kemarin. Kegiatan ini menghadirkan Komisioner KPU Sulsel, Uslimin sebagai narasumber, yang dihadiri Bawaslu Tana Toraja, tokoh masyarkat dan Lembayga Swadaya Masyarakat (LSM).

Menurut Ketua KPU Tana Toraja, Risal Randa dalam kesempatn itu bahwa saat ini proses pencoklitan sisa menghitung hari selesai, setelah proses pencoklitan selesai akan dilanjutkan dengan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Setelah itu tahapan dilanjutkan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan terakhir Daftar Pemiliha Tetap Tambahan (DPTb), sehingga tahapan penyusunan data pemilih pada pilkada 2020 ini sisa mellaui tiga tahapan saja.

“Dalam pilkada 2020 yang dilaksanakan ditengah pandemi wabah covid-19 mengalami perbedaan dibanding pemilihan sebelumnya seperti tahapan penyusunan data pemilih tinggal tiga tahapan yakni penyusunan DPS, kemudian DPT dan terakhir DPTb, dimana pada tahapan tersebut masyarakat bisa memberikan masukan terkait data pemilih jika masih ada warga yang belum terdaftar dan memenuhi syarat untuk memilih,“ jelas Risal.

Ditambahkan Risal, tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah akan dilaksanakan bulan depan. Dan untuk pilkada 2020 ini masa kampaye bagi pasangan calon atau paslon hanya 72 hari, dan untuk petahanan harus cuti pada masa kampaye.

Sementara itu, Komisioner KPU Sulsel, Uslimin saat menyampaikan materinya mengatakan bahwa pelaksanaan pencoklitan data pemilih sisa 5 hari, dan untuk kabupaten Tana Toraja per 8 Agustus 2020 ini telah mencapai 83,14 persen yang telah dicoklit. Dan data pemiloh yang dicoklit adalah 193.698 pemilih yang terseber di 546 TPS yang ada di Tator, dan dalam masa pencoklitan ini ada beberapa tambahan data pemilih baru.

Ia menambahkan bahwa pada pilkada 2020 ini dibanding pemilihan-pemilihan sebelumnya yakni pertama umlah pemilih per TPS hanya 500 orang, pengaturan kedatangna pemilih per TPS disesuaikan dengan undangan yang diberikan kepada masyarakat.

Setiap pemilih wajib pakai masker, kalau tdk KPPS menyediakan masker, KPPS harus bebas covid-19, dimana petugas KPPS harus menjalani rapid test atau PCR baru bertugas jika ada yang terpapar covid-19 maka harus diganti, TPS bebas covid-19, dengan cara penyeprotan disinfektan sebelum pemakian, dan ukuran TPS lebih luas 8 m x 10 m, setiap pemilih masuk harus menggunakan sarung tangan plastik yang disediakan KPU.

“Selain itu, suhu tubuh harus diperiksa dan jika ada pemilih yang suhu tubuhnya mencapai 37,3 maka harus diarahkan ke TPS khusus yang telah disediakan. Alat coblos paku akan disteril setiap saat dan tinta yang harus ditetes atau disemprotkan ke jari kelingking pemilih,” tandasnya.

Komentar