oleh

Jelang Pilkada, Bawaslu Soppeng Gelar Rakor Bersama Stakeholder

Editor : admin 1, Penulis : Ilham-Pilkada-

SOPPENG, BACAPESAN.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Soppeng menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder dalam Partisipasi stakeholder & pencalonan Bupati menuju Pilkada debat ditengah pandemi Covid-19, di Aula Hotel ADA Soppeng, Selasa (11/08/2020).

Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Divisi Humas Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, para Komisioner Bawaslu Soppeng, Dinas Kesehatan, Mantan Komisioner KPU, para pengurus Partai, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa dan Media.

Saiful Jihad mengatakan, Bawaslu dan KPU merupakan lembaga negara dalam menyelenggarakan pemilihan. Namun, penyelenggaran itu sepenuhnya mewakili unsur masyarakat.

“Sekarang ini bagaimana kita harus menjadikan publik bisa percaya dengan lembaga. Kami di Bawaslu terus membangun kepercayaan dan sinergitas, dimana penyelengaraan Pilkada dilaksanakan oleh negara, namun tetap diserahkan kepada masyarakat,” kata Saiful dalam forum itu.

Sementara itu Ketua Bawaslu Soppeng, Winardi mengharapkan, agar jajarannya bersama stakeholder mengambil peran dalam pengawasan Pilkada Soppeng.

“Mari kita kawal 80 persen target pemilihan dari KPU. Kami (Bawaslu) tidak pernah alergi dengan media, parpol dan lainnya. Untuk itu mari bersinergi untuk menyukseskan 80 persen pemilih dari KPU,” kata Winardi.

Ditempat yang sama, Mantan Komisioner KPU Soppeng, Asniati Muin mengatakan, suksesnya pelaksanaan pemilu tidak lepas dari peran aktif seluruh stakeholder.

“Kerjasama, partisipasi, serta koordinasi dan sinergitas sangat dibutuhkan untuk Pilkada yang berkualitas,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Soppeng, Ernawati mengatakan, protokol kesehatan sudah familiar karena setiap hari disosialisasikan.

“Protokol kesehatan sangat penting karena sebenarnya kita akan melaksanakan pesta demokrasi. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita disipilin protokol kesehatan,” kata Ernawati dalam materinya.

Dia menyampaikan, penyelenggara pemilu harus memasukkan rasa aman kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan image yang dapat mengurangi tingkat pemilih.

“Penyelenggara harus memastikan hal itu, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman ditengah pandemi,” pungkasnya.

“Intinya bagaimana kita disiplin menerapkan. Setuju atau tidak setuju, kita ada di era ini,” sambungnya.

Komentar