oleh

Pelantikan Badan Pembina Harian UM Enrekang, Ini Harapan Bupati dan PWM Sulsel

Editor : admin 1, Penulis : Qurniawan-Enrekang-

ENREKANG, BACAPESAN.COM – Hadir pada pelantikan itu, Bupati Enrekang, pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, rektor dan wakil UM Enrekang, serta para pimpinan BPH dan anggotanya yang dilantik, Sawal Sitonda, Sudin, Tahir Padi, Haleng Lajju, Kamaruddin Sita, Hasbudi, Dasmawati dan seluruh pimpinan prodi dan unit lembaga serta undangan, Senin (10/08/2020).

“Program Visi UM Enrekang Unggul Islam dan Enterpreanur adalah tugas seluruh pimpinan pak Rektor dan BPH dan seluruh timnya bertugas merealisasikan program akademik dan sarana prasarana menuju perwujudan visi tersebut. Saya lebih dulu komentari program visi islami, saya minta di kampus ini buat kerjasama seperti Ma’had Unismuh Makassar,” kata Bupati Enrekang.

Alasannya ini dalam rangka penguatan program pemerintah bidang religius yaitu Tenaga Ahli Keagamaan (TAK) yang sudah berjalan selama ini. Dengan adanya itu, lebih mudah mendapatkan tenaga unggul pada dan efektif dalam pelaksanaannya.

“Tugas Badan Pembina Harian (BPH) yang hari ini, tugas ini berat karena itu butuh energi kuat dan solidaritas pimpinan, ada beberapa opsi pengembangan kampus 1, 2 dan 3 dst. Pertimbangkan aspek kebutuhan masyarakat, daerah mana yang paling banyak minat masyarakatnya,” lanjutnya.

“Opsi kampus 1 tetaplah di kota Enrekang sebagai pusat pemerintahan, opsi kedua kampus 2 bisa wilayah Duri dan opsi 3 seterusnya bisa daerah Maiwa,” ungkap mantan ketua Pimpinan daerah Muhammadiyah Enrekang dan Bupati Enrekang 2 periode ini.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di wakili Ust Mawardi Pewangi dalam sambutannya, berharap pak Rektor fokus pada pelaksanaan akademik dan pengembangannya.

“Saya ambil contoh beberapa kampus saat ini karena keberanian mengambil kebijakan berani, misal pak Malik fajar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membeli lahan hutan yang bagi orang lain di anggap itu program gila, tapi pak Malik Fajar dengan keyakinannya membeli lahan yang kita saksikan saat ini menjadi kampus termegah dan favorit dikalangan Muhammadiyah dan itulah kekuatan visi dan keberanian seorang Malik Fajar, mantan menteri agama RI erah presiden Habibi saat itu,” ujarnya.

“Demikian juga dilakukan mantan Rektor Unhas, Ahmad Amiruddin saat beliau memimpin Unhas, membeli lahan di tengah hutan di Tamalanrea, yang kita saksikan saat kampus terbesar dan termegah di Indonesia timur. Kemudian yang tak kalah pentingnya terbangun harmonisasi tiga unsur, Rektor, BPH dan PDM , kapan ini ada keretakan yakin tidak bisa jalan maksimal,” ujar putra Massenrempulu Enrekang ini dan Dekan Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.

Komentar