oleh

Aksi Minta Bantuan Demi Kemanusiaan di Jalan, Membanggakan atau Meresahkan?

Editor : Syarifah Fitriani, Penulis : Amran-Pinrang-

PINRANG, BACAPESAN.COM – Setiap bencana yang menimpa suatu daerah, memicu kreativitas baik mahasiswa ataupun masyarakat biasa. Kreatifitas tersebut dengan cara turun ke jalan meminta bantuan atau sumbangan kepada para pengguna jalan,untuk orang yang terdampak bencana.

Salah satunya saat terjadi bencana banjir bandang yang menimpa Masamba, hampir disetiap perempatan jalan yang ramai dilalui mobil dan motor, akan terlihat berbagai elemen mulai dari mahasiswa maupun organisasi masyarakat yang meminta sumbangan.

Masalahnya, bukan hanya untuk kasus banjir bandang atau bencana yang berdampak luas saja, bahkan kasus lokal pun aksi turun ke jalan meminta bantuan tetap dilakukan.

Kadis Sosial Pinrang, Andi Patajangi saat ditemui di ruang kerjanya (14/8/2020 ) menuturkan, setiap aksi turun ke jalan meminta bantuan harus ada ijin. Namun yang terjadi tidak satupun aksi tersebut mengantongi ijin.

“Saya sangat menyesalkan jika ada mahasiswa yang turun ke jalan untuk meminta sumbangan. Seharusnya kalau mahasiswa harus lebih kreatif yang menghasilkan. Banyak cara untuk mendapatkan bantuan. Turun kejalan meminta bantuan untuk meringankan beban yang terdampak bencana sudah bagus, hanya saja masih banyak cara lain yang dapat dilakukan ,” pungkasnya.

Komentar