oleh

Lumpur Pasir dari Pemukiman Warga Dijadikan Material Tanggul Geotextile

Editor : Syarifah Fitriani-Luwu Utara-

LUTRA, BACAPESAN.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara terus menggenjot pengerjaan pembuatan tanggul sementara atau tanggul geotextile di bantaran sungai Masamba, sungai Radda dan sungai Rongkong.

Guna mempercepat pengerjaan tanggul sementara, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, telah menginstruksikan agar lumpur pasir yang dibersihkan dari permukiman warga itu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam geobag untuk dimanfaatkan menjadi tanggul sementara di bantaran sungai.

“Untuk penanganan permanen, dilakukan normalisasi sungai dengan pengerukan, perbaikan alur sungai dan pembuatan tanggul sungai dengan struktur permanen,” kata Basuki dalam akun resmi fanpage facebook Kementerian PUPR, Kamis (13/8/2020).

Sebelumnya, Kadis PUPR Lutra, Suaib Mansur, menyebutkan, bahan geotextile yang dijadikan sebagai tanggul sementara ini cukup tahan terhadap gerusan air, sehingga dijadikan pilihan untuk memperkuat bangunan tanggul.

“Inilah tanggul yang sementara kita desain dan kerjakan dalam kondisi darurat. Jadi, posisi tanggul ini letaknya di luar dari badan sungai yang sudah dinormalkan. Semoga ini bisa memberi rasa aman kepada warga,” tandasnya.

Komentar