oleh

Menagih Nasib Dugaan Korupsi Proyek Pipa Avtur Pertamina

Editor : admin 1, Penulis : Sugi Hartono-Berita-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sampai saat ini proyek pipa avtur pertamina menuju bandara belum jelas ujungnya. Apakah kasus ini ditemukan adanya tindak pidana korupsi atau justru sebaliknya.

Kasus yang sempat menghebohkan masyarakat Sulsel ini disebut-sebut melibatkan salah satu Bank Plat Merah, karena kontrak perjanjian pengerjaan proyek tersebut di duga dijadikan agunan untuk mengambil kredit, namun, sayangnya pengusutan kasus ini seakan terhenti di penyelidikan.

Pegiat Anti korupsi pun angkat bicara, mereka meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk mengekspos hasil penyilidikan dalam kasus ini.

“supaya kita tau bagaimana hasilnya, apakah ada dugaan korupsinya atau main gertak-gertak saja,” kata Direktur Lembaga Anti Korupsi (Laksus) Muhammad Ansar.

Laksus mengatakan, kepastian hukum itu harus ada, supaya pihak pertamina dapat bekerja maksimal tanpa terbagi konsentrasi mereka, maupun masyarakat tidak lagi berpresepsi jelek.

“jangan digantung begitu, kasian, kalau ada bilang ada kasus korupsi, kalau tidak ada bilang tidak ada, angkatangan saja, jelaskan kepada Publik,” ujarnya.

Sementara itu, Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi) meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) transparan dalam penanganan kasus dugaan korupsi pada pengerjaan proyek instalasi pipa avtur PT Pertamina di Makassar.

Proyek yang kabarnya dikerjakan oleh PT Megah Jaya Prima Lestari (MJPL) itu ditaksir menggunakan anggaran senilai Rp155 miliar.

Ia berjanji akan mengawal kasus ini hingga menemui kepastian hukum.

“Kita juga akan menyurat ke KPK agar kasus ini bisa disupervisi biar penanganannya bisa maksimal dan tentunya berjalan profesional,” jelas Kadir.

“Kasus ini menarik dan penyelidikannya harus maksimal. Kita harap Kejati transparan juga dalam setiap perkembangan penanganannya sudah sejauh mana pemeriksaan saksi-saksi,” ucap Kadir Wokanubun, Direktur ACC Sulawesi via telepon

 

Komentar