oleh

Tanggapi Sikap Anggota Formatur Ajukan Kepengurusan ke DPP, Pengamat Politik Nilai Tak Sesuai Juklak

Editor : Kalmasyari-Berita, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Gejolak partai Golkar yang kian memanas belum juga berujung. Terbaru, tiga orang anggota Formatur penyusunan struktur kepengurusan DPD I Golkar Sulsel mengajukan nama pengurus baru ke meja DPP.

Tiga anggota orang aanggota Formatur Golkar Sulsel yang dimaksud, yakni Abdillah Natsir, Farouk M Betta, dan Imran Tenri Tata Amin Syam.

Menanggapi sikap tiga orang yang berkapasitas sebagai Anggota dalam Formatur itu, Pengamat Politik Arqam Azikin menilai tak sesuai Juklak Golkar.

“Dalam Juklak Golkar, pembentukan pengurus merupakan wewenang penuh yang diberikan kepada Ketua Tim Formatur (Taufan Pawe), dibantu anggota formatur,” ujar Arqam yang diketahui merupakan Dosen di Universitas Muhammadiyah Makassar ini.

Arqam menegaskan pemilihan kata (diksi) pada kata ‘dibantu’ merupakan penekanan bahwa Ketua Formatur dapat menyusun sturuktur pengurus tanpa pelibatan Anggota.

“Yah namanya dibantu, silahkan dicermati. Seseorang mau dibantu atau tidak, pasti punya alasan,” imbuh Arqam, Jumat, (28/8/2020).

“Pencermatan ketua terpilih dan Ketua Tim pembantu ditambah oleh DPP Partai Golkar, makanya semuanya harus ikut dalam mekanisme politik partai Golkar. Di partai lain pun sudah seperti itu,” ulas Arqam.

Oleh karena itu, ia juga menyayangkan adanya aksi demo yang dilakukan Anggota Tim Formatur yang dinilai justru membuat gaduh.

“Makanya demo dan aksi itu relevasinya apa, justru membuat gaduh suasana yang sebenarnya tidak perlu ada demo. Demo apa relevansinya dalam penyusuanan pengurus ini, ini justru bisa merusak imeg partai Golkar,” terang Arqam.

Mengakhiri wawancara itu, Arqam berharap Golkar Sulsel di bawah nakhoda Taufan Pawe dapat segera menyelesaikan struktur pengurus bersama DPP.

“Bawa sekarang pulang ke Makassar kemudian setelah itu dilakukan konsolidasi. Evaluasi seluruh struktur, baik di DPD II, terutama kepada DPD II kabupaten/kota yang kemarin hasil pileg anjlok,” harap Arqam.
(***)

Komentar