oleh

Aklamasi, HYL Kembali Pimpin Kosgoro Sulsel

Editor : Lukman Maddu-Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Haris Yasin Limpo (HYL) akhirnya terpilih sebagai Ketua Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan periode 2020-2025 dalam musda yang berlangsung di Makassar Golden Hotel, Sabtu (29/8/2020) malam.

Mantan Ketua Harian Golkar Makassar itu terpilih aklamasi setelah 17 dari 24 pengurus tingkat kabupaten dan kota menyepakati HYL untuk kembali memimpin salah satu organisasi pendiri Partai Golkar tersebut.

Pleno pemilihan dipimpin Mustafa M Radja, salah satu unsur pimpinan pengurus pusat. Selain Haris, pleno juga menetapkan Moh Roem sebagai Ketua MPO Kosgoro Sulsel.

Sebelumnya, Haris menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kurang lebih setahun, disebabkan kepindahan penjabat ketua sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, ke Partai Nasdem.

Di tangan Haris, Kosgoro 1957 Sulsel tidak tinggal diam. Ia tetap menjalankan roda organisasi dengan menjalankan sejumlah program sosial, diantaranya penyerahan bantuan bahan makanan dan penanganan kebersihan lingkungan untuk masyarakat kurang mampu dan terdampak Pandemi Covid-19 di Kota Makassar.

Usai menerima petaka sebagai tanda siap menjabat Ketua Kosgoro 1957 Sulsel, Haris menyatakan terima kasihnya kepada seluruh pengurus dan kader yang telah memberikan kepercayaan.

“Ini momentum penting jalannya roda organisasi. Selama ini, berjalan kurang baik khususnya di Sulsel, sehingga ini akan kami jadikan momentum untuk memulai kembali dinamika organisasi ini,” katanya.

Menurutnya, setelah formatur menyusun struktur pengurus, beberapa program percepatan organisasi segera akan dilaksanakan untuk mengejar ketertinggalan selama ini.

“Konsolidasi dengan pengurus kabupaten dan kota selama ini jarang dilakukan. Ini langkah pertama yang akan saya lakukan dan saya targetkan tuntas hingga tiga bulan ke depan,” katanya.

Termasuk, memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi kepada partai bentukan organisasi ini, terkait momentum politik yang akan berlangsung pada Desember mendatang.

“Musda ini turut dihadiri organisasi pendiri Golkar lain, yakni SOKSI dan MKGR, walaupun kondisi kepartaian lagi tidak kondusif. Ini mungkin karena pendiri belum turun. Pendiri sepertinya perlu turun tangan membantu,” pungkasnya. (*)

Komentar